Kamis, 23 Apr 2026

Internasional

Ketegangan AS dan Iran Meningkat, PBB Prihatin

Selasa, 21 Mei 2019 11:46
Detik.com
New York - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara itu pun diserukan untuk menahan pernyataan-pernyataan mereka.

Hal tersebut disampaikan PBB setelah Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahwa serangan dari Iran akan dihadapi dengan respons AS yang menghancurkan, yang akan menandai "akhir resmi Iran."

"Kami prihatin akan meningkatnya retorika," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (21/5/2019).

"Kami akan meminta semua pihak untuk menurunkan retorika dan juga menurunkan ambang batas tindakan," imbuhnya.

Dujarric mengatakan bahwa pejabat-pejabat PBB saat ini tengah melakukan kontak dengan AS dan Iran di berbagai level untuk mencoba meredakan situasi. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai pembicaraan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada hari Minggu (19/5) di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

"Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran," kata Trump. "Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!"

Cuitan itu tampaknya menjadi salah satu ancaman Trump yang paling terbuka terhadap Iran sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Selama sebulan terakhir, AS telah mengambil posisi yang semakin agresif terhadap Teheran.

Washington pekan lalu mengerahkan kapal induk, pesawat-pesawat pengebom, kapal serbu dan baterai rudal Patriot ke Teluk Persia untuk memerangi apa yang disebutnya sebagai "ancaman" Iran, yang memicu kekhawatiran akan adanya pertarungan militer.

Namun Iran mengesampingkan ancaman konflik terbuka dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Sabtu (18/5) bahwa Teheran tidak mencari masalah dengan AS atau sekutu regionalnya.

"Kami yakin," kata Zarif. "Tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang, juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah (Timur Tengah)."

Namun, seorang komandan organisasi paramiliter elit Iran, Garda Revolusi, menawarkan pesan berbeda pada hari Minggu (19/5). Tentara AS akan "mudah dikalahkan," tutur Komandan Hossein Salami dalam sebuah pernyataan.



Sumber: detik.com

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.