- Home
- Internasional
- Kontroversi Daging Babi di Menu Makanan Sekolah
Kontroversi Daging Babi di Menu Makanan Sekolah
Jumat, 14 Agu 2015 15:33
PARIS-Mengikuti kebijakan yang berlaku, sekolah-sekolah negeri di Perancis kini menawarkan alternatif pengganti daging babi bila menu dengan daging babi disajikan dalam menu makan siang kafetaria sekolah-sekolah.
Namun sebuah keputusan pengadilan di Perancis mengenai penghapusan alternatif daging babi dapat mengancam keberadaan kebijakan yang sudah lama diberlakukan ini. Keluarnya keputusan tersebut mengundang kritik dari pemimpin majelis ulama Perancis.
Abdullah Zekri dari Dewan Muslim Perancis mengatakan, ia khawatir bahwa keputusan oleh pengadilan di wilayah Dijon bagian timur dapat memicu ketidakharmonisan di Perancis, negara yang dalam beberapa tahun terakhir berusaha menemukan keseimbangan antara prinsip-prinsip sekuler dan penghormatan terhadap keyakinan agama.
Tim pembela hukum bagi kelompok Muslim telah berupaya memblokir pemberlakuan perintah yang dikeluarkan oleh Gilles Platret, seorang walikota konservatif dari kota Chalons-sur-Saone, untuk menghapuskan alternatif daging bagi dari menu sekolah-sekolah. Alternatif pengganti daging babi ini ditawarkan di seluruh Perancis, seperti halnya menu alternatif bagi vegetarian.
Para pengacara dari kedua pihak mengatakan keputusan tersebut belum final, dan berdasarkan lebih pada langkah-langkah prosedural, tanpa perdebatan mengenai isunya sendiri.
Namun di Twitter, Platret menyebut keputusan tersebut sebuah kemenangan bagi sekularisme di Perancis. Banyak warga Perancis berkeyakinan perlunya pemisahan antara pemerintahan dan agama seperti dijabarkan dalam hukum tahun 1905 yang menjamin sekularisme. Hukum tersebut menjadi dasar langkah pemerintah Perancis belum lama ini untuk melarang hijab yang menutup muka bagi Muslim, penutup kepala bagi kaum Yahudi dan penggunaan salib yang mencolok di sekolah-sekolah negeri.
Perancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat, diperkirakan lebih dari 5 juta orang - sebagian besar berasal dari bekas koloni Perancis di Afrika. Kaum Yahudi, seperti hanya orang Muslim, juga tidak makan daging babi.
Zekri, yang memimpin Observatorium Nasional Menentang Islamophobia, menyebut perintah dari walikota Chalons-sur-Saone sebagai provokasi yang dapat menimbulkan konflik antar para siswa di sekolah-sekolah.
Philippe Petit, seorang pengacara bagi Chalons-sur-Saone, menyebut dalam sebuah wawancara televisi di BFM-TV bahwa agama "berhenti di pintu depan sekolah."
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie