Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Lagi, Kepala Sekolah Ditangkap karena Memperkosa Siswa di Bangladesh

Internasional

Lagi, Kepala Sekolah Ditangkap karena Memperkosa Siswa di Bangladesh

Senin, 08 Jul 2019 11:42
Detik.com
DHAKA - Satu lagi Kepala Sekolah di Bangladesh ditangkap terkait tuduhan pemerkosaan anak. Pria ini menjadi kepala sekolah kedua yang ditangkap terkait pemerkosaan di Bangladesh dalam satu pekan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/7/2019), Kepala Sekolah bernama Abul Khair Belali (33) ini diketahui memimpin sebuah madrasah khusus siswa perempuan di Kendua. Dia juga disebut menjadi seorang imam di masjid setempat.

Belali ditangkap polisi setempat pada Jumat (5/7) waktu setempat. Did diduga memperkosa dua anak perempuan dan mencabuli enam anak lainnya.

Dituturkan Kepala Kepolisian setempat, Mohammad Rasheduzzaman, penangkapan terhadap Belali dilakukan setelah salah satu siswi berusia 11 tahun memberitahu orangtuanya bahwa dia telah diperkosa olehnya. Madrasah itu juga diketahui memiliki asrama yang dihuni 15 siswi yang berasal dari desa-desa sekitar.

"Pada Sabtu (6/7) waktu setempat, dia (Belali-red) mengakui bahwa dia telah memperkosa sedikitnya dua anak perempuan berusia 8 tahun dan 11 tahun, dan mencabuli enam anak perempuan lainnya," tutur Rasheduzzman kepada AFP.

Kasus ini memicu aksi protes di wilayah Kendua, yang berjarak 120 kilometer sebelah utara ibu kota Dhaka. Ratusan orang turun ke jalanan utama Kendua untuk menuntut hukuman berat bagi si Kepala Sekolah.

Belali menjadi Kepala Sekolah atau pimpinan Madrasah kedua yang ditangkap terkait pemerkosaan dan pencabulan di wilayah Bangladesh. Pekan lalu, Kepolisian Bangladesh menangkap seorang Kepala Madrasah di wilayah Fatulla, pinggiran Dhaka.

Kepala Madrasah bernama Al Amin itu dituduh memperkosa sedikitnya 12 anak yang bersekolah di Madrasah Baitul Huda Cadet. Kepada polisi, Al Amin yang juga pendiri madrasah itu mengklaim dirinya tidak bersalah. Dia bahkan menyebut dirinya 'kerasukan setan'.

Dalam kasus terpisah di Narayanganj, kepolisian menangkap dua guru sekolah menengah yang diduga memperkosa 20 siswa. Kedua guru itu disebut memeras dan memperkosa para korban serta beberapa ibu korban selama empat tahun terakhir.

Kelompok-kelompok HAM mengkhawatirkan peningkatan jumlah kasus pemerkosaan dan penyerangan seksual di Bangladesh dalam beberapa waktu terakhir.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.