- Home
- Internasional
- Lepaskan Tembakan di Kelas, Guru di AS Diamankan
Lepaskan Tembakan di Kelas, Guru di AS Diamankan
Kamis, 01 Mar 2018 10:05
GEORGIA – Seorang guru sekolah menengah di Georgia, Amerika Serikat (AS), melepaskan tembakan di dalam ruang kelas. Tindakan itu dilakukannya demi 'membentengi' diri ketika kepala sekolah berusaha masuk dan memaksa membuka pintu ruang kelas. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Peristiwa di Sekolah Menengah Dalton itu bermula ketika sekelompok siswa hendak masuk ke dalam kelas. Akan tetapi, seorang guru tidak mengizinkan mereka masuk. Ketika kepala sekolah datang dan hendak membuka pintu dengan kunci cadangan, si guru melepaskan tembakan dari dalam ruangan.
Pelaku diidentifikasi bernama Jesse Randal Davidson, seorang guru ilmu sosial di sekolah tersebut. Pria berusia 53 tahun itu dijerat dakwaan melakukan serangan, membawa senjata ke lingkungan sekolah, ancaman terorisme, tindakan ceroboh, kepemilikan senjata untuk melakukan kejahatan, dan mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
Saksi mata bernama Brian Frazier menuturkan, satu orang siswi luka-luka dalam insiden tersebut, tetapi bukan karena tembakan. Perempuan itu mengalami cedera engkel saat berlari menyelamatkan diri. Peluru diketahui menembus kaca ruang kelas, tetapi tidak melukai siapa pun.
"Sang guru nampaknya tidak ingin melibatkan siswa dalam insiden tersebut," ujar Brian Frazier, mengutip dari Reuters, Kamis (1/3/2018). Polisi hingga kini masih menyelidikan motif sang guru melakukan tindakan tersebut.
Kepala Sekolah Sekolah Menengah Dalton, Steve Bartoo mengatakan, Davidson adalah seorang guru yang berkualitas dan sangat cakap dalam bekerja. Ia mengaku terkejut melihat insiden tersebut terjadi di institusi pendidikan yang dipimpinnya.
"Guru-guru kami sangat peduli kepada para siswa dan mencintai mereka sepenuh hati. Sangat mengejutkan buat saya, mungkin juga mengejutkan bagi kepala sekolah lainnya jika salah satu staf yang Anda kenal, menarik senjata di dalam kelas dan melepaskan tembakan," urai Steve Bartoo.
Insiden tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah penembakan di Sekolah Menengah Marjory Stoneman, Florida, yang menewaskan 17 orang, pada 14 Februari. Presiden AS, Donald Trump, lantas mengusulkan agar setiap guru di Negeri Paman Sam diberi senjata guna melindungi muridnya jika terjadi aksi penembakan.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener