Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Mahathir Tak Senang Penetapan Tersangka MH17, PM Belanda: Bikin Bingung

Internasional

Mahathir Tak Senang Penetapan Tersangka MH17, PM Belanda: Bikin Bingung

Jumat, 21 Jun 2019 13:59
Dok: Reuters
Kerangka MH17 yang dipamerkan tim penyidik yang dipimpin Belanda beberapa tahun lalu.
Amsterdam - Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, menyebut PM Malaysia, Mahathir Mohamad, memicu kebingungan dengan mengkritik keputusan mengadili empat tersangka terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.Mahathir sebelumnya mengaku tak senang dengan penetapan tiga warga Rusia dan satu warga Ukraina sebagai tersangka itu.

Mahathir menyebut langkah tim penyidik yang dipimpin Belanda untuk mendakwa tiga warga Rusia dan satu warga Ukraina atas tindak pembunuhan terkait tragedi MH17 yang terjadi pada Juli 2014 lalu, sebagai hal yang 'konyol' dan 'didasari motif politik' terhadap Rusia.

"Saya memahami -- dan tentu saya juga merasakan bahwa -- para kerabat korban sangat kecewa soal itu (komentar Mahathir) dan bahwa itu menyebar kebingungan," ucap PM Rutte kepada wartawan saat dimintai tanggapan soal komentar Mahathir, seperti dilansir AFP, Jumat (21/6/2019).

Tanggapan itu disampaikan PM Rutte sebelum menghadiri pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia. PM Rutte menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Belanda akan menghubungi pemerintah Malaysia untuk membahas komentar Mahathir. Dia menambahkan bahwa dirinya ingin 'menunggu hasilnya terlebih dulu sebelum menyampaikan pernyataan lebih lanjut'.

Dalam pernyataan terpisah, Piet Ploeg selaku ketua yayasan yang mewakili korban MH17 asal Belanda, menyebut komentar Mahathir 'aneh'. "Itu menjadi tamparan yang tidak dipercaya bagi keluarga korban di Malaysia dan juga di Belanda," ucapnya.

"Itu sungguh mengejutkan bahwa Perdana Menteri Malaysia akan meragukan hasil temuan aparat kehakimannya sendiri. Orang-orang kehakimannya sendiri sungguh-sungguh ada di balik temuan (tim internasional) itu," cetus Ploeg dalam pernyataan kepada media lokal Belanda, NU.nl.

Pada 17 Juli 2014, penerbangan MH17 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 777 itu sedang terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur saat ditembak jatuh oleh sebuah rudal dari wilayah Ukraina Timur, yang saat itu dikuasai kelompok pemberontak pro-Rusia. Sedikitnya 298 orang, yang sebagian besar warga Belanda dan termasuk juga 12 warga negara Indonesia (WNI), tewas dalam insiden itu.

Malaysia sebagai negara yang memiliki maskapai Malaysia Airlines menjadi bagian dari tim penyidik internasional yang dipimpin Belanda dan terdiri dari Australia, Belgia dan Ukraina. Tim itu berupaya untuk mengidentifikasi dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya MH17.

Pada Rabu (19/6) waktu setempat, tim penyidik internasional membeberkan empat nama tersangka di balik penembakan jatuh MH17. Keempatnya terdiri dari tiga warga Rusia bernama Igor Girkin, Sergey Dubinskiy dan Oleg Pulatov, juga satu warga Ukraina bernama Leonid Kharchenko. Keempatnya dijerat dakwaan pembunuhan dan akan mulai disidang pada Maret 2020 mendatang.

Mahathir dalam komentarnya malah menyebut dakwaan itu 'konyol' dan menyatakan tidak yakin dengan penyelidikan yang dipimpin Belanda itu.

"Kami sangat tidak senang, karena sejak awal itu telah menjadi isu politik soal bagaimana menuduh Rusia melakukan kesalahan. Bahkan sebelum mereka memeriksa kasus ini, mereka telah mengklaim itu (penembakan jatuh MH17) dilakukan oleh Rusia," kata Mahathir kepada para wartawan setempat.

"Sejauh yang kami ketahui, kami ingin bukti kesalahan (bahwa Rusia melakukannya). Namun sejauh ini, tidak ada bukti. Hanya desas-desus. Ini hal yang konyol. Seseorang menembakkan senjata dan Anda tidak bisa melihat itu siapa, tapi Anda tahu siapa yang menembak," imbuh Mahathir.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan terpisah menyatakan pihaknya 'mengapresiasi' pengumuman yang disampaikan oleh tim penyidik yang dipimpin Belanda soal MH17.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.