- Home
- Internasional
- Melawan Pemerkosaan, Ibu dan Anak di India Diarak-Dicukur Rambutnya
Internasional
Melawan Pemerkosaan, Ibu dan Anak di India Diarak-Dicukur Rambutnya
Sabtu, 29 Jun 2019 08:46
Dilansir AFP, Sabtu(29/6/2019), polisi mengatakan pejabat desa bernama Mohommad Khursid memaksa masuk kediaman si ibu yang berada di timur negara bagian Bihar pada Rabu lalu dengan sekelompok pria lainnya. Mereka kemudian diduga mencoba memperkosa anak 19 tahun yang baru saja menikah itu.
"Sampai saat ini hanya 6 tersangka dalam kasus ini yang sudah ditahan. Polisi telah melakukan penggerebekan untuk menangkap lainnya yang melarikan diri setelah insiden tersebut," kata petugas polisi setempat bernama Sanjay Kumar.
Si pejabat dan tukang cukur termasuk yang sudah ditahan. Kasus ini diliput banyak media nasional setempat. Anggota Dewan dari oposisi juga mengkritik pemerintah setempat.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,