Rabu, 01 Jul 2026

Internasional

Myanmar Tahan 106 Warga Rohingya yang Hendak Kabur dengan Kapal

Jumat, 16 Nov 2018 16:45
Dok: Reuters
Naypyitaw - Otoritas Imigrasi Myanmar menahan lebih dari 100 orang diduga warga etnis minoritas muslim Rohingya yang hendak melarikan diri. Orang-orang yang diduga Rohingya itu ditangkap dari sebuah kapal yang berlayar meninggalkan Yangon.

Penahanan dilakukan di tengah munculnya kekhawatiran gelombang baru pengungsi Rohingya yang kabur dari Rakhine via laut.

Sebelumnya pada tahun 2015, sindikat penyelundup manusia yang membantu pengungsi Rohingya kabur dari Myanmar via lautan, disergap otoritas Thailand dan memilih meninggalkan kapal pengungsi terombang-ambing hingga memicu krisis kemanusiaan.

Dituturkan seorang pejabat imigrasi dari wilayah Kyauktan, Kyaw Htay, kepada Reuters, Jumat (16/11/2018), sebuah kapal yang membawa 106 orang itu dicegat pada Jumat (16/11) pagi waktu setempat. Pencegatan dilakukan di lokasi berjarak 30 kilometer sebelah setelah kota Yangon.

Orang-orang yang ada di dalam kapal itu diduga sebagai warga Rohingya, atau yang oleh otoritas Myanmar disebut sebagai 'Bengali'. Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang ditahan ini.

"Ada kemungkinan bahwa mereka berasal dari Rakhine. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada kemungkinan mereka merupakan Bengali dari Rakhine," sebut Kyaw Htay dalam pernyataannya.

Kebanyakan warga Myanmar yang mayoritas beragama Buddha menyebut Rohingya sebagai 'Bengali', yang menyiratkan bahwa mereka imigran ilegal dari Bangladesh. Myanmar tidak pernah menganggap Rohingya sebagai kelompok etnis di wilayah mereka.

Pekan lalu, sejumlah pejabat dan pekerja kemanusiaan setempat menuturkan kepada Reuters bahwa puluhan warga Rohingya di Myanmar dan Bangladesh berupaya kabur ke wilayah Malaysia dengan kapal setelah musim penghujan berakhir pada awal Oktober.

Para pemantau memperingatkan bahwa karena rute penyelundupan ke Thailand yang telah terbongkar, cenderung berbahaya dan mahal, maka lebih banyak warga Rohingya memilih perjalanan lebih singkat dan murah dengan melewati pantai Teluk Benggala menuju ke Yangon.

Kebanyakan warga Rohingya memilih untuk kabur via laut antara bulan November hingga Maret saat lautan tenang. Selama beberapa tahun terakhir, perjalanan berbahaya menuju Thailand dan Malaysia dengan kapal yang kelebihan muatan, telah memicu banyak korban tewas.

Via Facebook, seorang anggota parlemen dari Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) wilayah Kyauktan, Aye Mya Mya Myo, memposting sejumlah foto yang menunjukkan sebuah kapal reyot yang dipenuhi wanita-wanita yang memakai kerudung, juga para pria dan anak-anak.

Beberapa foto menunjukkan sejumlah polisi mengawasi orang-orang yang ada di atas kapal itu. Disebutkan Aye Mya bahwa setidaknya ada 50 pria, 31 wanita dan 25 anak-anak di atas kapal, yang disebut mirip dengan kapal yang biasa digunakan Rohingya untuk melarikan diri dari Rakhine.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor