Senin, 27 Apr 2026

PBB Ingkar Janji, Korban Kelaparan Suriah Kian Mengenaskan

Sabtu, 09 Jan 2016 14:39
The Guardian
Kondisi mengenaskan seorang balita yang didera kelaparan di Suriah
JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa gagal memenuhi janjinya untuk mengirim bantuan makanan kepada para korban bencana kelaparan di Madaya, Suriah.

Pasalnya hingga hari ini, Sabtu (9/1/2016), belum ada konvoi bantuan makanan yang tiba di kota yang saat ini masih diduduki Pasukan Suriah dan Milisi Hezbollah Lebanon tersebut.

Sebelumnya diberitakan, ribuan warga Madaya yang menderita kelaparan akut, tengah sekarat. Mereka tak bisa keluar kota, karena Madaya dikelilingi pegunungan dan ladang ranjau, serta satu-satunya akses justru dijaga ketat Pasukan Suriah dan Hezbollah.

Pada Kamis, 7 Januari 2016 lalu, sedianya PBB mengaku sudah mendapat izin untuk memasuki Kota Madaya demi mengirimkan sejumlah konvoi truk berisi bantuan makanan. PBB menjanjikan dalam jangka waktu 48 jam (dua hari), mereka akan datang.

Tapi janji itu teringkari lantaran warga Madaya, mengaku sampai saat ini belum menerima bantuan makanan. PBB melalui badan UNHCR pun mengakui bahwa mereka belum bisa memastikan, kapan mereka akan mengirim bantuan makanan.

"Situasi di Madaya sangat mengkhawatirkan. Tak ada satu pun bantuan yang terkirim ke sana sejak Oktober (2015)," ujar juru bicara UNHCR, Adrian Edwards.

"Kami belum punya tanggal pasti untuk diumumkan (untuk mengirim makanan). Kami akan mengumumkannya saat bantuan sudah berhasil di kirim ke area-area yang terkena bencana kelaparan," tambahnya, dilansir Radio Australia, Sabtu (9/1/2016).

Sementara kondisi warga Madaya yang terkena busung lapar kian mengenaskan, sebagaimana yang mencuat dalam video yang kembali beredar di dunia maya.

Dalam sebuah video, seorang anak perempuan yang tulang di tubuhnya tinggal berbalut kulit bak korban kamp konsentrasi Nazi di masa Perang Dunia II, mengaku sudah tak makan selama empat hari.

Video itu juga meng-capture gambar seorang pria yang terkulai lemah dengan kondisi mirip, mengaku sudah lima hari tidak makan.

Dua pasien di rumah sakit lokal itu hanya bisa diasup air dan garam oleh para dokter, lantaran pihak rumah sakit juga kekurangan pasokan makanan dan kebutuhan medis lainnya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.