- Home
- Internasional
- PM Israel Ingin Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Dihapus
Internasional
PM Israel Ingin Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Dihapus
Senin, 08 Jan 2018 18:04
TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel mendukung penuh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump yang membekukan dana bantuan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Bibi, sapaan akrab Netanyahu, bahkan ingin agar UNRWA dihilangkan.
"Saya sepenuhnya setuju dengan kritikan tajam Presiden Trump terhadap UNRWA," tutur Benjamin Netanyahu, mengutip dari Russia Today, Senin (8/1/2018)."Saya punya usul yang simpel, pendanaan UNRWA seharusnya ditransfer kepada Badan Pengungsi PBB (UNHCR), dengan kriteria jelas yakni mendukung pengungsi yang sebenarnya, bukan pengungsi fiktif, sebagaimana terjadi di bawah UNRWA," sambung Ketua Partai Likud itu.
Sebagai informasi, UNRWA menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan sosial lainnya kepada sekira 5 juta warga Palestina yang mengungsi di Yordania, Lebanon, Suriah, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Secara simbolis, UNRWA memberikan harapan kepada para pengungsi bahwa mereka bisa kembali ke tanah asalnya.
Benjamin Netanyahu menganggap harapan kembalinya para pengungsi ke tanah asalnya itu sebagai ancaman. Sebab, 5 juta orang warga Palestina tersebut adalah keturunan dari pengungsi yang melarikan diri usai berdirinya negara Israel pada 1948 serta Perang Enam Hari pada 1967.
"Cucu-cucu dari pengungsi, bukan lah pengungsi, tetapi mereka dirawat oleh UNRWA. Situasi absurd ini harus berakhir. UNRWA adalah organisasi yang mengabadikan masalah pengungsi Palestina. mereka juga mengabadikan narasi 'hak untuk kembali' yang bertujuan mengeliminasi negara Israel, maka dari itu harus dihilangkan," tutup Benjamin Netanyahu.
Juru bicara UNRWA, Chris Gunness, menolak tuduhan tersebut. Ia yakin kedua pihak yang bertikai justru menyebabkan masalah terhadap para pengungsi itu, bukan UNRWA. Sebab, badan urusan untuk pengungsi itu dibentuk sesuai mandat Majelis Umum PBB untuk memberikan bantuan hingga ada solusi abadi bagi pengungsi Palestina.
Sebagaimana diberitakan, AS membekukan dana bantuan senilai USD125 juta (setara Rp1,6 triliun) untuk UNRWA. Pembekuan dilakukan hingga Washington selesai melakukan tinjauan ulang terhadap Otoritas Palestina karena dinilai enggan melanjutkan perundingan damai dengan Israel.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener