- Home
- Internasional
- Pasar Gelap Organ Tubuh, Ginjal Manusia Laku Rp97 Juta
Pasar Gelap Organ Tubuh, Ginjal Manusia Laku Rp97 Juta
Rabu, 12 Agu 2015 16:01
TIONGKOK-Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menyatakan akan melakukan lebih dari 12 ribu transplantasi tahun ini. Jumlah tersebut meningkat ketimbang dari saat negara tersebut masih menggunakan organ tubuh dari narapidana mati.
Namun dengan perkiraan 300 ribu orang yang membutuhkan donor organ tubuh, peningkatan permintaan ini turut menyumbang pada permintaan pasar gelap.
Terkuak, seorang pria Tiongkok yang dirahasiakan identitasnya telah menjual organ tubuhnya. Sambil mengangkat kaus menunjukkan bekas lukanya, pemuda berusia 21 tahun itu mengatakan dia menjual ginjalnya seharga US$7.000 atau Rp97 juta untuk melunasi utang judi.
Dia menggambarkan dunia gelap dan penuh rahasia tempat beroperasinya para pedagang organ tubuh setelah mengatur penjualan secara online.
"Pertama, saya dibawa ke rumah sakit, tempat mereka mengambil sampel darah dan melakukan check-up," katanya.
"Saya lalu menunggu beberapa minggu di hotel sampai para pedagang organ tubuh ini menemukan pasien yang mengalami kecocokan. Lalu suatu hari, ada satu mobil menjemput saya. Pengemudi menyuruh saya mengenakan penutup mata. Kami berkendara selama setengah jam di jalanan yang penuh guncangan," lanjut dia.
Pria itu mengaku tak tahu dibawa kemana dirinya saat itu.
"Saat saya melepas penutup mata, ternyata saya ada di peternakan. Di dalamnya ada ruang bedah lengkap, termasuk dokter-dokter dan perawat-perawat berseragam. Perempuan yang menerima ginjal saya ada di sana bersama keluarganya. Kami tidak berbicara. Saya takut tapi para dokter membius saya. Saya terbangun di peternakan berbeda; ginjal saya sudah hilang," katanya.
Mengenai alasan adanya pasar gelap organ tubuh di negaranya, si pemuda berkomentar bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain.
"Si pembeli mau hidup lebih lama dan saya butuh uang."
Cerita itu memberi sekilas gambaran tentang perdagangan ilegal yang menguntungkan. Para pedagang pasar gelap menggunakan cara-cara militer untuk merahasiakan operasi ini.
Salah satu dari mereka yang tak akan membeli organ ilegal adalah Li Haiqing (26), seorang penderita uraemia (penyakit yang menyebabkan gagal ginjal, red), yang adiknya sudah menerima ginjal ibu mereka.
Dia sangat berharap bisa mendapat ginjal, tapi mengatakan hanya akan menerima ginjal yang legal.
Sambil menunggu operasi, dia harus pergi tiga kali seminggu ke rumah sakit untuk cuci ginjal. Seperti banyak orang di Cina, dia khawatir sudah meninggal sebelum mendapat organ tubuh.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie