Selasa, 21 Apr 2026

Internasional

Pemerintah Afghanistan dan Taliban Sepakat Kurangi Kekerasan

Rabu, 10 Jul 2019 13:31
Detik.com
Doha - Delegasi Taliban dan Afganistan telah menyetujui "komitmen untuk mengurangi kekerasan," kata Markus Potzel, utusan Jerman dalam perundingan di Doha. Konsultasi damai Afganistan-Kabul di ibukota Qatar itu diprakarsai oleh Jerman sebagai pihak penengah.

Kedua pihak kini merilis pernyataan bersama dan menyatakan mereka sepakat untuk mengurangi jumlah korban sipil dalam konflik.

Pihak Taliban setuju untuk menghentikan serangan terhadap "pusat keagamaan, sekolah, rumah sakit, pusat pendidikan, pasar, bendungan air dan tempat kerja," demikian tertulis dalam pernyataan.

Konsultasi di Doha berakhir dengan "seruan dan janji bersama untuk mengurangi kekerasan di Afganistan," kata Markus Potzel, yang menjadi tuan rumah di Qatar.

Pernyataan bersama itu juga memberikan jaminan pada "hak-hak perempuan dalam urusan politik, sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya dalam konteks nilai-nilai Islam," kata redaksi Pashto DW, yang mendapat rilisnya.

"Cukup mengejutkan"

Taliban tetap menolak untuk mengakui pemerintah pusat Afganistan di Kabul, dan menyebutnya sebagai "boneka AS". Meskipun begitu, perwakilan Taliban setuju melakukan pertemuan dengan para pejabat Afganistan di Doha dan menyebut kedatangan mereka "dalam kapasitas pribadi."

"Kami benar-benar terkejut betapa seriusnya kedua belah pihak," tambahnya, "dan mereka sangat berkomitmen untuk mengakhiri konflik ini," kata utusan khusus Qatar Mutlaq al-Qahtani.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan para pejabat AS mengatakan bahwa Taliban harus berkomunikasi dengan pemerintah jika mereka ingin menandatangani perjanjian damai. Pertemuan itu antara perwakilan Afganistan dan Taliban sebelumnya direncanakan bulan April lalu, namun gagal menyepakati jumlah delegasi yang akan ikut serta.

Para perunding AS dan Afghanistan akan memulai perundingan mereka pada hari Selasa (9/7). Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia berharap akan ada perjanjian damai sebelum 1 September mendatang.

AS menyatakan menyambut pertemuan delegasi Afganistan dan Taliban di Doha.

"Pertemuan warga Afganistan dengan Taliban merupakan keberhasilan besar," kata Zalmay Khalilzad, pemimpin negosiator AS.

hp/na (afp, ap, dw)


Sumber: detik.com

Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.