- Home
- Internasional
- Pengakuan Warga Kashmir: Tentara India Menyiksa dan Racuni Makanan
internasional
Pengakuan Warga Kashmir: Tentara India Menyiksa dan Racuni Makanan
merdeka.com
Rabu, 11 Sep 2019 13:03
Sejumlah warga dari belasan desa di wilayah Kashmir mengatakan, pasukan India telah menggerebek rumah mereka dalam upaya intimidasi. Tidak sampai di situ, tentara India juga tega meracuni persediaan makanan, atau membunuh ternak warga.
Dalam lebih dari 50 wawancara oleh kantor berita Associated Press (AP), warga bersaksi para tentara India memukul dan menyetrum mereka. Penggerebekan rumah warga terjadi sejak pemerintah New Delhi menutup akses Kashmir, Agustus lalu.
Sejak operasi penggerebekan dilakukan setidaknya 3.000 orang telah ditangkap. Sebagian besar dari mereka adalah pria usia muda, menurut penjabat kepolisian dan catatan tinjauan AP.
Al Arabiya melaporkan, Rabu (11/9), ribuan warga lainnya ditahan di penjara kepolisian untuk diperiksa terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi protes Kashmir. Sementara itu, sekitar 120 warga yang ditangkap dijerat Undang-undang Keamanan Publik. Dengan undang-undang tersebut, seseorang bisa ditahan hingga dua tahun tanpa melalui proses pengadilan.
Beberapa warga telah dibebaskan dengan keterangan wajib lapor untuk beberapa hari ke depan. Sedangkan yang lain hanya ditahan di siang hari dan diperbolehkan pulang pada malam hari. Namun, keesokan harinya orangtua mereka diminta membawa anaknya kembali ke kantor polisi.
Menanggapi tuduhan warga tentang serangan pasukan India, Juru Bicara Militer Kolonel Rajesh Kalia membantah. Kalia mengatakan, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak benar. Menurutnya, tentara India menghargai hak asasi manusia.
Kashmir merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan India dan Pakistan. Sejak India dan Pakistan merdeka dari Inggris, akhir 1940-an, wilayah Kashmir sudah bergejolak. India dan Pakistan bahkan sudah tiga kali berperang demi memperebutkan Kashmir. Saat ini, sebagian wilayah Kashmir dikuasai India dan sebagian lainnya oleh Pakistan.
Sejak Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut hak otonomi khusus Kashmir, wilayah itu terkunci. India melakukan penjagaan ketat dan penutupan akses komunikasi. Disusul penangkapan warga hingga tokoh politisi. Tak ayal, situasi tersebut mengundang simpati Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
"Saya sangat prihatin tentang dampak dari tindakan baru-baru ini oleh pemerintah India pada hak asasi manusia Kashmir," kata Michelle Bachelet dalam pernyataan terbuka kepada Dewan HAM PBB di Jenewa, Senin (9/9) lalu.
sumber: merdeka.com
Internasional
Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc
Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha
Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik
Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.
SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang
RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa