Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Penulis 'Ayat-Ayat Setan' Salman Rushdie Bergantung pada Ventilator dan Tidak Bisa Bicara Usai Ditikam

Penulis 'Ayat-Ayat Setan' Salman Rushdie Bergantung pada Ventilator dan Tidak Bisa Bicara Usai Ditikam

Admin
Sabtu, 13 Agu 2022 11:37
okezone.com

NEW YORK - Agen Salman Rushdie mengatakan kondisi penulis kontroversial itu tidak dalam kondisi bagus setelah ditikam di sebuah acara di negara bagian New York.

Andrew Wylie dalam sebuah pernyataan mengatakan Rushdie diserang di atas panggung, dan sekarang menggunakan ventilator dan tidak dapat berbicara. Penulis ini juga diperkirakan kehilangan satu mata.

"Salman kemungkinan akan kehilangan satu matanya; saraf di lengannya terputus; dan hatinya ditusuk dan rusak," ujarnya, dikutip BBC.

Polisi menahan seorang tersangka bernama Hadi Matar, 24, dari Fairview, New Jersey.

Polisi Negara Bagian New York mengatakan tersangka berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie dan seorang pewawancara di Chautauqua Institution di negara bagian New York barat.

Belum ada motif atau tuduhan yang dikonfirmasi oleh polisi, yang sedang dalam proses mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk memeriksa ransel dan perangkat elektronik yang ditemukan di pusat tersebut.

Pihak berwenang mengatakan Rushdie ditikam setidaknya sekali di leher dan di perut. Dia dibawa ke rumah sakit di Erie, Pennsylvania, dengan helikopter.

Pewawancara yang bersamanya di atas panggung, Henry Reese, mengalami cedera kepala ringan dan dibawa ke rumah sakit setempat. Reese adalah salah satu pendiri organisasi nirlaba yang menyediakan perlindungan bagi para penulis yang diasingkan di bawah ancaman penganiayaan.

Polisi mengatakan pada konferensi pers bahwa staf dan penonton telah bergegas menangkap penyerang dan membawanya ke bawah panggung.

Linda Abrams, seorang penonton dari kota Buffalo, mengatakan kepada The New York Times bahwa penyerang terus berusaha menyerang Rushdie setelah dia ditahan.

"Butuh waktu sekitar lima orang untuk menariknya pergi dan dia masih menikam," terangnya.

“Dia sangat marah, sangat kuat dan cepat,” lanjutnya.

Penonton lain, Rita Landman, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa Rushdie masih terlihat hidup segera setelah serangan itu.

"Orang-orang berkata, 'Dia memiliki denyut nadi, dia memiliki denyut nadi, dia memiliki denyut nadi'," katanya.

Sebuah video yang diposting online menunjukkan saat orang-orang bergegas ke panggung untuk menahan penyerang dan membantu orang-orang yang terluka. Polisi mengatakan seorang dokter di antara penonton memberikan pertolongan pertama pada Rushdie.

Rushdie diketahui telah mendapatkan ancaman pembunuhan usai menulis ‘The Satanic Verses’ yang diterbitkan pada 1988.

Novelis kelahiran India itu pertama kali melambungkan namanya dengan buku ‘Midnight's Children’ pada 1981, yang kemudian terjual lebih dari satu juta kopi di Inggris saja.

Tapi buku keempatnya, yang diterbitkan pada 1988

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.