Sabtu, 20 Jun 2026

Internasional,

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba Resmi Mundur

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 08 Sep 2025 08:34
cakaplah.com
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba resmi mengundurkan diri setelah kurang dari setahun menjabat, menyusul dua kekalahan besar dalam pemilu.

Keputusan ini diambil sehari sebelum Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya diperkirakan akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah akan mengadakan pemungutan suara internal yang dapat memaksanya mundur.

LDP telah memerintah Jepang selama hampir tujuh dekade terakhir, tetapi di bawah kepemimpinan Ishiba, partai ini kehilangan mayoritas di majelis rendah untuk pertama kalinya dalam 15 tahun dan kemudian kehilangan mayoritas di majelis tinggi pada bulan Juli.

Jepang, ekonomi terbesar keempat di dunia dan sekutu utama AS, kini menghadapi periode ketidakpastian politik seiring meningkatnya ketegangan dengan China dan meningkatnya ketidakamanan regional.

"Setelah tercapainya kesepakatan dalam negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS, saya yakin ini adalah waktu yang tepat," kata Ishiba seperti dilansir dari BBC.

Sebelumnya, dia menolak seruan untuk mengundurkan diri, dengan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan dengan Washington sebelum mengundurkan diri.

"Saya sangat yakin bahwa negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS, yang dapat digambarkan sebagai krisis nasional, harus diselesaikan di bawah tanggung jawab pemerintahan kami," ujarnya.

"Dengan Jepang telah menandatangani perjanjian perdagangan dan presiden telah menandatangani perintah eksekutif, kita telah melewati rintangan utama," kata Ishiba.

"Saya ingin menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya," tambah dia.

Ishiba, yang menjabat pada Oktober 2024 berjanji mengatasi kenaikan harga. Namun, dia kesulitan untuk membangun kepercayaan karena negara menghadapi hambatan ekonomi, krisis biaya hidup, dan politik yang memanas dengan AS. Inflasi, terutama kenaikan harga beras dua kali lipat tahun lalu, berdampak buruk secara politik.

Dukungan publik semakin merosot setelah serangkaian kontroversi, termasuk kritik atas keputusannya untuk hanya menunjuk dua perempuan dalam kabinetnya dan memberikan hadiah mahal kepada anggota partai.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.