- Home
- Internasional
- Peretas Iran Dituduh Jebol Keamanan Pabrik Kapal Perang Australia
Internasional
Peretas Iran Dituduh Jebol Keamanan Pabrik Kapal Perang Australia
Selasa, 13 Nov 2018 14:34
Pabrik kapal di Perth itu awal bulan ini mengakui adanya "pelaku tak dikenal" yang meretas sistem komputernya, mengakses email dan nomor telepon pegawai, serta gambar dan desain kapal.
Informasi tersebut kemudian ditawarkan di website gelap sebagai bentuk pemerasan terhadap Austal.
Informasi yang diperoleh ABC mengungkapkan Pusat Keamanan Siber Australia (ACSC) menegaskan serangan itu kemungkinan besar dilakukan oleh peretas Iran.
Kepala ACSC, Alastair MacGibbon, tak bersedia menyebutkan kewarganegaraan pelaku. Namun dia memastikan para peretas tak berhasil mencuri informasi sensitif.
"Saya bisa pastikan bahwa tidak ada data keamanan nasional yang dicuri," katanya.
MacGibbon menyebut serangan siber ini sebagai "ram-raid", yaitu peretas mencuri sebanyak mungkin data sampai mereka terdeteksi.
"Materi itu ditawarkan di website gelap menunjukkan permasalahan ini murni kriminal," katanya.
Tak jelas apakah peretas tersebut terkait dengan Pemerintah Iran.
Ketika serangan itu terdeteksi pada pertengahan Oktober, Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan Australia akan meninjau kembali dukungannya pada kesepakatan nuklir Iran.
Namun, MacGibbon menepis adanya serangan sebagai tanggapan terhadap pengumuman tersebut.
Juru bicara Kedutaan Besar Iran di Canberra mengatakan Iran sangat menghormati Australia, dan membantah negaranya terlibat dalam serang siber ini.
AS menyebut Iran sebagai musuh dunia maya terkemuka, bersama China, Rusia, dan Korea Utara.
"Rusia, Iran, dan Korea Utara lebih agresif melakukan serangan siber dan semakin mengancam Amerika Serikat dan mitranya," kata laporan yang disampaikan ke Kongres AS.
Fergus Hanson dari Australia Strategic Policy menyebutkan meski ancaman terbesar ke Australia datang dari China, namun Iran dikenal oportunistik dan banyak melakukan serangan balasan.
"Iran memiliki kemampuan canggih yang dalam istilah internasional disebut sebagai salah satu aktor ancaman utama," katanya.
Kasus sebelumnyaAwal 2018, puluhan universitas Australia menjadi sasaran serangan siber berbasis di Iran yang berupaya mencuri kekayaan intelektual dan penelitian akademis.
Namun itulah satu-satunya kasus serangan Iran terhadap institusi Australia yang diakui secara terbuka.
Menurut Hanson, serangan terhadap Austal dilakukan kelompok peretas Iran, kemungkinan hal itu akan digunakan oleh industri pertahanan Iran.
"Sejumlah saingan Iran membeli kapal dari Austal. Tentunya ada insentif bagi Iran untuk mengetahui kemampuan kapal-kapal itu," katanya.
Austal membuat kapal untuk Angkatan Laut Australia selama lebih dari satu dekade, namun kini menjadi pemain global dengan galangan kapal di AS dan Filipina.
Menurut websitenya, Austal merancang dan membangun lebih dari 300 kapal untuk 54 negara termasuk Oman, Kuwait, Yaman, dan Arab Saudi.
Pihak berwenang Australia kini masih menyelidiki pelanggaran siber tersebut.
(detik.com) Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie