- Home
- Internasional
- Pernah Dipanggil Monster, Penderita Down Syndrome Jadi Inspirasi Guru
Internasional
Pernah Dipanggil Monster, Penderita Down Syndrome Jadi Inspirasi Guru
Selasa, 25 Okt 2016 12:37
CORDOBA – Noelia Garella tumbuh besar dengan cercaan. Sewaktu kecil dia pernah ditolak di tempat penampungan anak karena down syndrome yang dideritanya.
"Tidak boleh ada monster di sini," kata pemilik tempat penitipan anak tersebut kepada ibunya, Mercedes Cabrera, kala itu, seperti disitat dari The National, Selasa (25/10/2016).
Kini, Garella telah berusia 31 tahun. Kenangan buruk itu masih melekat erat dalam ingatannya, tetapi dia tak lagi dirundung duka karenanya. Dia sama sekali tidak terpengaruh dan tetap menjalani hidupnya dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri.
"Dia monster yang bersedih, yang tidak tahu apa-apa dan salah mengerti. Tetapi saya adalah monster yang berbahagia," ujarnya kepada anak-anak di kelasnya.
Ya, sebuah kelas. Meski menderita down syndrome, Garella bisa mengajar. Bahkan dia menjadi guru yang terbilang favorit di antara anak-anak di kelasnya.
"Kami dengan cepat menyadari bahwa dia punya bakat yang tinggi dalam hal ini. Dia memberikan perawatan dan pelayanan yang paling dihargai anak-anak di kelasnya, yakni cinta," terang mantan kepala sekolah Jermonito yang mempekerjakan Garella, Alejandra Senestri.
Seperti diketahui, down syndrome adalah penyakit kelainan genetik yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan pertumbuhan seseorang terhambat. Rasanya takkan ada lowongan pekerjaan yang tepat bagi seorang berkebutuhan khusus seperti itu. Akan tetapi, semangat kemandirian yang ditunjukkan Garella sekarang menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.
Awalnya banyak yang menentang Senestri untuk menerima Garella bekerja sebagai guru di taman kanak-kanak tersebut. Namun ketika mereka melihat apa yang bisa dia lakukan di depan anak-anak, orang-orang mulai menaruh kepercayaan padanya.
"Seiring berjalannya waktu, bahkan orang-orang yang awalnya menentang dia untuk bergabung, ikut berinisiatif mempekerjakan Garella sebagai guru," ungkap Senestri.
Kepala sekolah Jermonito sekarang, Susana Zerdan menambahkan, "Ini menjadi pengalaman yang unik bagi para staf. Melihat anak-anak menerimanya, bergaul secara alami dengannya di sekolah, menunjukkan kepada kami semua bahwa ada banyak pelajaran hidup yang ditampilkan dari kisahnya."
Bagi Garella, menjadi guru adalah cita-citanya. Dia mengaku sangat senang berinteraksi dengan anak-anak dan membacakan mereka cerita. Perempuan yang kini sudah mengajar di Cordoba, Argentina itu selama empat tahun terakhir, semakin bersemangat ketika ia bertemu seorang anak laki-laki yang rupanya juga menderita kelainan yang sama dengannya.
"Ada seorang anak di kelas saya yang juga down syndrome. Dia luar biasa. Oh, betapa menyenangkannya mengetahui ada seseorang yang terlahir sama seperti saya," ucapnya. (Okezone.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener