Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Pilkada Istanbul: Partai Pimpinan Erdogan Kalah Lagi Setelah Pemungutan Ulang

Internasional

Pilkada Istanbul: Partai Pimpinan Erdogan Kalah Lagi Setelah Pemungutan Ulang

Senin, 24 Jun 2019 08:39
Erdogan (VoA)

ISTANBUL - Partai berkuasa Turki pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali menelan kekalahan setelah hasil pemungutan suara ulang dalam pemilihan kepala daerah Istanbul menunjukkan kandidat oposisi meraup mayoritas suara.

Ekrem Imamoglu, calon wali kota Istanbul dari partai oposisi CHP, tercatat meraih 54% suara ketika hampir seluruh kertas suara dihitung.

Ini adalah kemenangannya yang kedua, walau kesuksesan pada Maret lalu harus dibatalkan lantaran Komisi Pemilu Turki memerintahkan pemilihan kepala daerah Istanbul diulang selepas Partai AK pimpinan Presiden Erdogan mengklaim ada "ketidakwajaran dan korupsi" dalam penyelenggaraan pilkada tersebut.

Pada Pilkada kali ini, mantan Perdana Menteri Binali Yildirim selaku kandidat Partai AK, mengaku kalah. Presiden Erdogan pun memberi selamat kepada pemenang.

"Saya mengucapkan selamat kepada Ekrem Imamoglu yang memenangi pemilu berdasarkan hasil awal," cuitnya.

Hasil tersebut dipandang sebagai kemunduran besar bagi Erdogan yang sebelumnya mengatakan "siapapun yang memenangi Istanbul, memenangi Turki".

Dalam pidato kemenangannya, Imamoglu mengatakan hasil itu menandai "awal yang baru" baik bagi kota maupun bagi negara.

"Kita membuka lembaran baru di Istanbul. Pada lembaran baru ini akan ada keadilan, kesetaraan, cinta."

Ditambahkan Imamoglu, dirinya bersedia bekerja sama dengan Erdogan. "Pak Presiden, saya siap bekerja dalam keselarasan dengan Anda."

Pada pemungutan suara kali ini, Imamoglu memimpin dengan raihan lebih dari 775.000 suara — peningkatan besar ketimbang kemenangannya pada Maret lalu saat dia mengantongi selisih 13.000 suara.

Siapa saja kandidatnya?

Imamoglu, 49, diusung kubu oposisi yang sekuler, Partai Republik Rakyat (CHP). Saat ini dia merupakan pemimpin distrik Beylikduzu di Istanbul.

Namanya jarang diketahui orang sebelum dia mencalonkan diri sebagai wali kota Istanbul pada Pilkada Maret lalu.

Rival Imamoglu adalah Binali Yildirim, salah satu pendiri Partai AK. Dia pernah menjabat sebagai perdana menteri Turki pada 2016 hingga 2018. Setelah masa jabatannya berakhir, Turki menerapkan sistem presidensial dan jabatan perdana menteri dihapus.

Pada Februari, dia terpilih sebagai ketua DPR. Sebelumnya dia sempat menjadi menteri transportasi dan komunikasi.

Mengapa hasil pilkada sebelumnya dibatalkan?

Kemenangan Imamoglu dengan selisih 13.000 suara pada Maret lalu tidak cukup bagi Yildirim untuk mengakui kekalahan.

Partai AK menuding sejumlah suara dicuri dan banyak pengawas kotak suara tidak punya izin resmi. Partai tersebut lantas mendesak Komisi Pemilu Turki untuk mengulang pemungutan suara.

Beberapa kalangan menuding ada tekanan dari Presiden Erdogan di balik keputusan Komisi Pemilu Turki.

Mengapa Pilkada ini sedemikian penting?

Presiden Erdogan, yang berasal dari Istanbul, terpilih sebagai wali kota pada 1994.

Dia mendirikan Partai AK pada 2001 dan menjabat sebagai perdana menteri dalam kurun 2003 sampai 2014, kemudian menjadi presiden.

Namun keretakan di partai tersebut mulai tampak dan sejumlah analis memperkirakan kondisi tersebut boleh jadi bertambah dengan kekalahan dalam Pilkada Istanbul.

"Erdogan sangat khawatir," kata Murat Yetkin, seorang jurnalis merangkap penulis, menjelang pemungutan suara.

"Dia memainkan semua kartu yang dia punya. Jika dia kalah, dengan selisih suara berapapun, itu adalah akhir dari kekuasaan politiknya yang stabil selama seperempat abad," tambahnya.

"Dalam kenyataan, dia masih presiden, koalisinya masih mengendalikan parlemen — meskipun banyak yang menganggap kekalahannya adalah awal dari akhir dirinya."


Sumber: okezone.com

Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.