Jumat, 12 Jun 2026

Pimpinan Pemberontak Suriah Tewas dalam Serangan Udara

Sabtu, 26 Des 2015 15:07
Reuters
Pemimpin kelompok pemberontak Suriah, Zahran Alloush, tewas dalam serangan udara Rusia
DAMASKUS – Seorang pimpinan tinggi dari kelompok pemberontak paling berpengaruh di timur Suriah tewas dalam sebuah serangan udara di wilayah sub-urban Damaskus. Tentara Suriah mengonfirmasi serangan udara memang ditujukan ke markas kelompok tersebut.

Kematian pria bernama Zahran Alloush itu merupakan pukulan telak bagi kelompok pemberontak Jaysh Al Islam yang menguasai wilayah timur Damaskus. Para ahli perang menyatakan kematian pria 44 tahun itu dapat membuka jalan Pemerintah Bashar al Assad untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Sumber dari Jaysh Al Islam menyatakan Alloush tewas akibat serangan udara Rusia. Pesawat-pesawat Rusia menembakkan 10 misil ke markas rahasia kelompok tersebut yang dihuni sekira 20 ribu militan. Tentara Suriah mengklaim kematian Alloush merupakan hasil dari informasi yang dikumpulkan oleh mata-mata. Kini, Jaysh Al Islam menunjuk Hammam al Buwaidani sebagai pimpinan baru mereka.

"Kematian Alloush harus menjadi titik balik dalam sejarah revolusi Suriah. Para kelompok pemberontak wajib segera sadar bahwa mereka menghadapi musuh baru dalam perang ini, yaitu Rusia," ujar seorang tokoh senior pemberontak, Labib al Nahhas, dilansir Reuters, Sabtu (26/12/2015).

Jaysh Al Islam merupakan sebuah kelompok gabungan dari para pemimpin kelompok pemberontak lainnya yang berada di Al Ghouta sejak 2013. Alloush tewas saat sedang memimpin rapat dengan para pemimpin kelompok pemberontak. Jaysh Al Islam juga merupakan salah satu kelompok yang diundang oleh Arab Saudi untuk di Riyadh beberapa waktu lalu untuk menjadi bagian tim negosiasi damai Suriah.

Sebelum membentuk Jaysh Al Islam, Alloush membentuk kelompok pemberontak lain bernama Liwa Al Islam bersama ayahnya. Pada 2011, Alloush dibebaskan oleh pemerintahan Suriah beberapa saat sebelum konflik di negara itu pecah. Meski merupakan pemberontak, Alloush tidak sepaham dengan ISIS. Dalam beberapa kasus, bahkan lulusan sebuah perguruan tinggi di Arab Saudi itu berperang melawan kelompok-kelompok militan.

Meski begitu, pemerintahan Damaskus tetap menganggap Jaysh Al Islam merupakan kelompok berbahaya. Suriah menuduh Arab Saudi memasok senjata dan pendanaan bagi Alloush untuk menjalankan aksinya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 11:07

    Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi organisasi pencinta alam Wanadri yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Wanadri Tomy Hosni M di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kami

  • Jumat, 12 Jun 2026 10:39

    Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) yang dipimpin Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin, S

  • Jumat, 12 Jun 2026 10:12

    Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

    JAWA BARAT-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.