Senin, 22 Jun 2026

Internasional

Polisi Nigeria Temukan 66 Mayat Korban Pembunuhan di Kaduna

Sabtu, 16 Feb 2019 09:54
Detik.com
Ilustrasi
JAKARTA - Pihak Kepolisian Nigeria menemukan 66 mayat korban pembunuhan di daerah yang dikenal dengan bentrokan etnis dan agama. 22 diantaranya merupakan mayat anak-anak dan 12 wanita.

Gubernur negara bagian Kaduna, Nasir El-Rufai, mengatakan penemuan itu dilakukan di depalan desa di wilayah Kajuru, sekitar 40 kilometer tenggara ibu kota negara bagian Kaduna.

"Badan-badan keamanan hari ini melaporkan pemulihan 66 mayat yang tewas dalam serangan oleh unsur-unsur kriminal," kata Nasir seperti dilansir AFP, Sabtu (16/2/2019).

Nasir mengutuk serangan terhadap para korban. Dia juga bersimpati kepada keluarga para korban.

"Di antara para korban adalah 22 anak-anak dan 12 wanita. Empat orang yang terluka diselamatkan oleh badan-badan keamanan sekarang menerima perawatan medis," ujar dia.

"(Pemerintah) mengutuk serangan dan bersimpati dengan keluarga para korban," sambungnya.

Dia mengajak para pemimpin masyarakat dan tokoh agama untuk memperingatkan orang-orang lokal agar tidak melancarkan serangan balasan.

"Pembunuhan sedang diselidiki dan warga yakin bahwa orang yang didakwa akan dituntut," katanya.

Kaduna diketahui telah lama menjadi pusat kerusuhan yang mematikan, dipicu oleh ketegangan etnis dan agama yang sudah berlangsung lama, serta kekerasan terkait pemilu. Namun Maisamari Dio, presiden komunitas etnis Adara Kristen, yang dominan di daerah Kujuru, menyalahkan pembunuhan terhadap etnis Muslim Fulani.

Dia mengatakan kepada AFP bahwa Fulanis menyerang sebuah desa pada hari Minggu yang menewaskan hingga 12 orang. Orang-orang marah sehingga melakukan pembalasan dalam beberapa hari terakhir.

"Orang-orang yang ditemukan oleh pemerintah negara bagian Kaduna hariini kemungkinan besar adalah orang-orang yang dibunuh (oleh Fulani) dan beberapa Adara, campuran, tetapi saya tidak yakin sejauh mana," tambahnya.

"Situasi dalam tiga tahun terakhir telah berulang, dengan penculikan, pembunuhan, orang-orang diserang. Orang-orang ini kadang-kadang akan memberikan ancaman lanjutan." sambungnya.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 16:29

    Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal

    Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali

  • Senin, 22 Jun 2026 16:26

    Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO

    JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah

  • Senin, 22 Jun 2026 16:18

    Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal

    Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad

  • Senin, 22 Jun 2026 15:36

    Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

    Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb

  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.