- Home
- Internasional
- Prancis Tutup Satu Masjid Gara-Gara Khotbah Tentang Jihad
Prancis Tutup Satu Masjid Gara-Gara Khotbah Tentang Jihad
Admin
Rabu, 29 Des 2021 11:45
Satu masjid di Oise, wilayah Prancis utara ditutup karena khotbah imam masjid yang dinilai radikal, disebut "membela jihad".
Masjid di daerah Beauvais itu akan tetap tutup selama enam bulan, menurut pemerintah prefek Oise.
Pemerintah mengatakan, khotbah di masjid itu menyebut para pejuang atau jihadis sebagai "pahlawan" dan menghasut kebencian dan kekerasan. Demikian dikutip dari BBC, Rabu (29/12).
Prancis melakukan pemeriksaan terhadap tempat ibadah umat Islam yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan kelompok ekstremis.
Dua pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin menyampaikan, dia mulai sebuah proses untuk menutup Masjid Agung Beauvais, 100 kilometer utara Paris, karena imam masjid "menargetkan orang Kristen, homo, dan Yahudi" dalam khotbahnya.
Pihak berwenang memberi kesempatan 10 hari untuk pengurus masjid memberi tanggapan.
Imam masjid tersebut diketahui baru saja menjadi mualaf, seperti dilaporkan AFP mengutip koran lokal Courrier Picard.
Seorang pengacara asosiasi pengurus masjid mengatakan kepada koran tersebut, khotbah imam tersebut "dipahami di luar konteks".
Pengacara ini mengatakan, imam tersebut menyampaikan khotbah atas dasar sukarela, dan telah tugasnya telah dicabut.
Tapi Kementerian Dalam Negeri mengatakan, iman tersebut, yang "ditugaskan sebagai pembicara sesekali tetapi yang, dalam kenyataannya, bertindak sebagai imam biasa", telah membela "praktik Islam yang keras" dan "keunggulannya terhadap hukum Republik".
Tahun lalu, Darmanin mengumumkan tindakan keras terhadap masjid-masjid yang berkaitan dengan ekstremis, mengatakan beberapa masjid bisa ditutup jika ditemukan mendorong "separatisme".
Pengumuman itu merupakan respons pemenggalan seorang guru, Samuel Paty dan penikaman fatal tiga orang di sebuah katedral di Nice pada Oktober 2020, yang dilakukan kelompok ekstremis.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan telah menyelidiki sekitar 100 masjid dan musala terkait ekstremisme dalam beberapa bulan terakhir, dari total 2.620 masjid yang ada di Prancis.