- Home
- Internasional
- Puing di Maladewa Bukan Berasal dari MH370
Puing di Maladewa Bukan Berasal dari MH370
Sabtu, 15 Agu 2015 09:31
KUALA LUMPUR-Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa puing-puing yang ditemukan di Maladewa buikan berasal dari Malaysia Airlines MH370.
Semula, Maladewa menolak dugaan bahwa puing-puing pesawat yang ditemukan di dua lokasi di Baa Atoll Fehendhoo dan Fuhahdhoo berasal dari Malaysia Airline MH370. Namun, setelah ditemukannya flaperon di Pulau Reunion, Maladewa memutuskan untuk menyerahkan bagian puing yang ditemukan di wilayahnya kepada Malaysia untuk diperiksa secara lebih teliti.
Pekan lalu, pihak Malaysia mengonfirmasi bahwa bagia sayap pesawat yang ditemukian di Pulau reunion memang berasal dari MH370. Namun, hasil pemerikasaan tim penyelidik Malaysia yang dikirimkan ke Maladewa menyatakan bahwa puing yang ditemukan di Maladewa bukan berasal dari pesawat nahas itu.
"Sebagian besar puing memberikan hasil negatif. Puing-puing itu tidak berasal dari MH370 dan bukan berasal dari bagian pesawat," kata Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai, sebagaimana dilansir Associated Press, Sabtu, (15/8/2015).
Dia mengatakan tidak mengetahui apakah tim penyelidik akan membawa kembali puing-puing itu ke Malaysia, untuk diuji. Dia juga tidak menjelaskan apakah semua puing yang ditemukan telah diperiksa atau belum.
Malaysia Airlines MH370 menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, pada 8 Maret 2014, membawa 227 penumpang dan 12 kru. Upaya pencarian telah dilakukan oleh berbagai negara sampai saat ini belum berhasil menemukannya.
Namun, puing bagian pesawat MH370 yang ditemukan di Pulau Reunion menimbulkan sejumlah teori mengenai apa yang terjadi pada pesawat itu, dan perkiraan dimana letaknya saat ini. Teori terbaru yang dikemukakan oleh ahli komunikasi satelit Malaysia bahkan memberi harapan adanya kemungkinan sebagian penumpang masih hidup.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie