Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara untuk Lindungi Suriah dari Rudal AS

Internasional

Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara untuk Lindungi Suriah dari Rudal AS

Jumat, 13 Apr 2018 10:21
Liputan6.com
Rudal Tomahawk ditembakkan kapal perang AS yang ada di Laut Mediterania,menyasar pangkalan udara Suriah, Jumat (7/4). Serangan ini dilakukan AS menyusul serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil oleh pemerintah Suriah. (U.S. Navy via AP)

Damaskus - Rusia dikabarkan tengah mengerahkan sejumlah sistem pertahanan udara mereka di "sekeliling" Suriah, demi melindungi rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad dari ancaman serangan rudal Amerika Serikat. Hal itu diungkapkan oleh diplomat Moskow di Timur Tengah.

Sejumlah sistem pertahanan udara jenis S-400 produksi Rusia dirancang untuk mampu menghancurkan pesawat, misil jelajah, dan rudal balistik, bahkan beberapa operasi tempur darat.

"Jika ada serangan misil dari AS, maka misil-misil itu akan berhasil dihancurkan, dan sumber misil itu mampu menjadi target sasaran selanjutnya," kata Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasupkin seperti dikutip dari The Daily Mail, Kamis (12/4/2018).

Zasupkin menjelaskan bahwa rencana membendung serangan AS menggunakan S-400 itu telah dibicarakan sebelumnya di balik layar oleh Presiden Vladimir Putin serta beberapa pejabat dan perwira tinggi Rusia.

Kabar tentang pengerahan S-400 muncul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengemukakan amarahnya terhadap Rusia dan Suriah, menyusul kabar serangan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, akhir pekan lalu.

Berbagai pihak, salah satunya Washington, menuduh rezim Assad sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Sebagai langkah balasan, Trump dikabarkan tengah berniat untuk menyiapkan serangan ke Suriah.

"Bersiaplah Rusia, karena mereka (misil AS) akan datang," kicau Trump.

Sang Presiden AS juga menganjurkan agar Rusia seharusnya tidak bermitra dengan "binatang" yang membunuh rakyatnya sendiri dengan menggunakan gas dan menikmatinya.

(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor