Jumat, 03 Jul 2026
Peristiwa,
VIRAL Aipda Yudhie Tewas saat Lawan Bandar Narkoba di Kalteng: Bareskrim Polri Turun ke Lokasi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 03 Jul 2026 10:43
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam operasi melawan bandar narkotika.
Diketahui, insiden tersebut terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan pihaknya turut berduka cita atas gugurnya Yudhie saat bertugas.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (3/7/2026).
Di sisi lain, Eko mengatakan pihaknya juga akan membantu untuk mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang saat ini masih hilang.
"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," tuturnya.
Kronologis
Eko mengatakan peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Dari hasil penyelidikan, terdapat seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Selanjutnya, sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan kelompok pertama melakukan penindakan di rumah target.
Sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.
"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," jelasnya.
Situasi semakin memanas lantaran massa terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.
Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.
"Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko menyebut seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,"(tribunpekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1108560/viral-aipda-yudhie-tewas-saat-lawan-bandar-narkoba-di-kalteng-bareskrim-polri-turun-ke-lokasi?page=2
komentar Pembaca