- Home
- Internasional
- Serangan Koalisi AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil Suriah
Internasional
Serangan Koalisi AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil Suriah
Jumat, 26 Apr 2019 13:57
RAQQA — Serangan udara dan artileri Amerika, Inggris dan Perancis terhadap ISIS di Raqqa, Suriah, menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil, menurut penyelidikan Amnesty International. Tim peneliti menggabungkan hasil hitungan langsung dengan sumber terbuka dan data satelit untuk mengidentifikasi masing-masing serangan udara itu dan korban.
Laporan VOA, pasukan koalisi mengakui beberapa warga sipil tewas dalam operasi tahun 2017 tetapi membantah jumlahnya.
Serangan koalisi untuk merebut kembali ibukota Raqqa, yang dinyatakan ISIS sebagai ibukota kekhalifahannya, dimulai Juni 2017.
Selama lima bulan, Amnesty international, organisasi HAM, mengklaim serangan itu menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil.
Setelah penyelidikan dua tahun, Amnesty mengumpulkan nama lebih dari 1.000 korban dan memverifikasi 641 kematian di Raqqa.
Amnesty bekerja bersama kelompok penyelidik Airwars selama dua bulan di Raqqa, mewawancarai penyintas dan mendatangi lokasi serangan.
Peneliti menggunakan sumber terbuka dan data satelit untuk mencari-tahu kapan masing-masing dari lebih 11 ribu bangunan hancur di Raqqa dihantam. Mereka membuat rekonstruksi virtual 3D dari kota yang hancur itu.
Donatella Rovera dari Amnesty International mengatakan, "Ribuan sukarelawan di seluruh dunia secara online mempelajari lebih dari 2 juta bingkai gambar satelit.
Pada saat sama, ada rekan laboratorium bukti yang bermitra dengan beberapa universitas, dan kami meminta mahasiswa mempelajari setiap informasi yang keluar dari Raqqa, setiap video, setiap unggahan di Facebook tentang lokasi orang, dan ucapan belasungkawa atas kerabat yang meninggal."
Rovera mengatakan beberapa serangan koalisi jelas-jelas tidak pandang bulu.
"Pasukan Amerika bangga karena menggunakan lebih banyak artileri di Raqqa daripada di tempat mana pun sejak perang Vietnam. Itu tidak perlu dibanggakan karena risiko bagi warga sipil tidak bisa diterima. Dan tentang tembakan udara, tembakan itu memang tepat tetapi setiap ketepatan tembakan jelas hanya setepat kecerdasan Anda," tambahnya.
Dalam video propaganda, ISIS menggambarkan Raqqa sebagai ibu kota utopia kekhalifahannya. Amnesty mengatakan, kelompok teror itu menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, memasang ranjau pada jalur keluar dari kota itu dan menembak siapa saja yang mencoba melarikan diri.
Tetapi peneliti mengatakan pasukan koalisi juga harus mengakui
tanggung jawab atas besarnya jumlah korban. Menanggapi bukti yang ada,
menurut Amnesty, pasukan koalisi mengakui kematian warga sipil dalam
jumlah yang jauh lebih kecil.
Internasional
Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri
SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k
Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya
JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka
Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya
BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta
Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter
BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer
Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS
JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah