Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Setelah ke Eropa dan AS, Kini Indonesia Kirim Balik Sampah ke Australia

Internasional

Setelah ke Eropa dan AS, Kini Indonesia Kirim Balik Sampah ke Australia

Selasa, 09 Jul 2019 15:35
Detik.com
JAKARTA - Indonesia akan mengirim lebih dari 210 ton sampah kembali ke Australia. Delapan kontainer yang disita di kota Surabaya seharusnya hanya berisi kertas bekas, tetapi pihak berwenang juga menemukan bahan berbahaya dan sampah rumah tangga termasuk botol plastik, kemasan, popok bekas, sampah dan kaleng elektronik, kata juru bicara kantor bea cukai Jawa Timur kepada kantor berita AFP.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kementerian lingkungan hidup Indonesia merekomendasikan "barang-barang itu diekspor kembali," demikian kantor bea cukai Jawa Timur dalam pernyataan terpisah, Senin (8/7).

"Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dari limbah B3," demikian pernyataan itu, merujuk pada limbah bahan berbahaya dan beracun.

Kenapa Australia mengirim sampahnya ke luar negeri?

Menurut pernyataan dari ahli manajemen material berbahaya dari Universitas Deakin, Trevor Thornton, yang dikutip dari The Age, Australia sebenarnya "cukup bagus dalam melakukan daur ulang, baik bisnis maupun rumah tangga. Yang tidak kita kuasai adalah tidak mencampur kontaminan ke sampah".

"Kita perlu pemerintah Australia dan perusahaan swasta untuk meningkatkan kapasitas penyortiran di Australia. Teknologinya ada, kita hanya perlu lebih banyak. Kita juga perlu rumah tangga untuk mengurangi tingkat kontaminasi," sambungnya.

Sebagian besar pelaku industri di Australia setuju bahwa yang dibutuhkan adalah lebih banyak industri daur ulang di Australia dan lebih sedikit limbah yang dikirim ke negara-negara yang tidak punya perlengkapan yang cukup untuk mengolahnya.

Indonesia telah kirim balik sampah ke Eropa dan AS

Minggu lalu Indonesia telah memberangkatkan 49 kontainer dengan menggunakan kapal laut ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Hong Kong. Dalam kontainer tersebut adalah limbah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan limbah B3.

Dalam wawancara dengan DW Indonesia, Bernhard Schodrowski, juru bicara Asosiasi Industri Limbah dan Daur Ulang Jerman menyatakan bahwa pada dasarnya ekspor sampah dilarang. "Sampah tidak diekspor. Yang diekspor adalah bahan-bahan daur ulang seperti rongsokan, sampah kertas dan beberapa jenis plastik tertentu."

Keputusan Cina di tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik membuat daur ulang global menjadi kacau dan membuat negara-negara maju berjuang untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka.

Sejak saat itu, sampah dalam jumlah besar telah dialihkan ke Asia Tenggara, tetapi penentangan terhadap penanganan sampah ekspor semakin meningkat di wilayah ini.

Selain Indonesia, pada bulan Mei Malaysia mengirimkan 450 ton limbah plastik impor ke negara asal, termasuk Australia, Bangladesh, Kanada, Cina, Jepang, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Sementara itu, Filipina mengembalikan sekitar 69 kontainer sampah ke Kanada bulan lalu.

na/ (AFP, The Age)




Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.