- Home
- Internasional
- Status Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Setop Film dan Layanan Kereta ke India
Internasional
Status Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Setop Film dan Layanan Kereta ke India
Jumat, 09 Agu 2019 16:39
ISLAMABAD - Pakistan telah menghentikan layanan kereta api ke India dan melarang film-film India untuk terus memberikan tekanan diplomatik kepada India yang telah mencabut status khusus Kashmir.
"Tidak ada film India yang akan diputar di bioskop Pakistan mana pun. Drama, film, dan konten India semacam ini akan sepenuhnya dilarang di Pakistan," kata Firdous Ashiq Awan, seorang penasihat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Twitter mengutip Al Jazeera, Jumat (9/8/2019).
Sebelumnya Menteri Perkeretaapian Sheikh Rasheed mengumumkan untuk menghentikan layanan Samjhauta Express, layanan kereta yang menuju ibu kota India, New Delhi, dari kota Lahore, Pakistan.
Pada Kamis jaringan seluler dan layanan internet diputus dan setidaknya 300 politisi Kashmir ditahan untuk mencegah protes.
India dan Pakistan sama-sama mengklaim wilayah Kashmir setelah merdeka dari Inggris pada tahun 1947.
India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata nuklir kerap bersitegang untuk memperebutkan Kashmir.
Pakistan mengatakan bahwa mereka akan mengusir duta besar India di Islamabad, dan menangguhkan perdagangan bilateral dengan India.
Sementara Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan pada konferensi pers di Islamabad bahwa Pakistan "sedang mencari opsi politik, diplomatik dan hukum", mengesampingkan konflik militer baru.
"Kami tidak melihat opsi militer. Kami tidak," katanya.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pencabutan status otonomi khusus Kashmir untuk membebaskan wilayah itu dari terorisme dan separatisme.
Modi menekankan bahwa faktor keamanan adalah salah satu alasan utama mencabut otonomi khusus Kashmir yang bersejarah.
"Teman-teman, saya memiliki keyakinan penuh bahwa kita dapat membebaskan Jammu dan Kashmir dari terorisme dan separatisme di bawah sistem (baru) ini," kata Modi mengutip AFP, Jumat (9/8/2019).
(okezone.com)
Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc
Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha
Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik
Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.
SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang
RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa