- Home
- Internasional
- Tetapkan Kondisi Darurat Nasional Demi Tembok Meksiko, Trump Digugat
Internasional
Tetapkan Kondisi Darurat Nasional Demi Tembok Meksiko, Trump Digugat
Sabtu, 16 Feb 2019 15:44
"Menyatakan kondisi darurat nasional tanpa alasan yang masuk akal bisa memicu krisis konstitusional," tegas James dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (16/2/2019).
Dia menyatakan tindakan Trump itu membahayakan warga AS. James memastikan bakal melawan balik Trump dengan semua cara legal yang bisa dilakukan.
Penetapan kondisi darurat nasional pada Jumat (15/2) waktu setempat berarti pengalihan dana federal AS miliaran dolar AS yang dialokasikan untuk tujuan lain, menjadi ditujukan untuk pembangunan tembok di perbatasan selatan AS. Pembangunan tembok itu telah menjadi janji kampanye Trump dalam pilpres 2016.
Dalam pernyataannya saat mengumumkan kondisi darurat nasional itu, Trump mengakui dirinya mengharapkan munculnya gugatan terhadap keputusannya tersebut. Ditegaskan Trump, penetapan itu perlu diambil untuk menghentikan 'krisis' imigrasi di perbatasan AS dan Meksiko.
"Pengadilan akan menentukan hal itu. Saya memperkirakan akan digugat. Saya tidak seharusnya digugat," ucap Trump di Gedung Putih. "Sangat disayangkan itu akan melalui sebuah proses dan dengan senang hati, kita akan menang. Saya pikir," imbuhnya.
Selain negara bagian New York, seperti dilansir Reuters, gugatan hukum juga datang dari negara bagian California dan Texas. Gubernur California, Gavin Newsom, yang juga politikus Demokrat menyebut 'krisis perbatasan' yang disebutkan Trump hanyalah 'karangan' belaka.
Gugatan-gugatan hukum itu menyebut keputusan Trump menetapkan kondisi darurat nasional itu telah melanggar Konstitusi AS. Khusus untuk wilayah Texas, ada tiga pemilik tanah yang menyatakan rencana pembangunan tembok perbatasan akan melanggar hak-hak properti mereka.
Secara terpisah, Komisi Kehakiman pada House of Representatives atau DPR AS yang kini dikuasai Partai Demokrat meluncurkan penyelidikan terhadap penetapan kondisi darurat nasional itu. Dalam surat kepada Trump, komisi itu meminta Trump menghadirkan perwakilan Gedung Putih dan Departemen Kehakiman dalam rapat dengar pendapat di Kongres AS. Mereka juga meminta Trump menyerahkan dokumen-dokumen legal yang mendasari keputusannya.
"Kami meyakini penetapan kondisi darurat Anda (Trump-red) menunjukkan pengabaian sembrono soal pemisahan kekuasaan dan tanggung jawab Anda sendiri di bawah sistem konstitusional kita," demikian bunyi surat yang ditandatangani Ketua Komisi Kehakiman HOR, Jerrold Nadler dan politikus top Demokrat lainnya.
Sumber: detik.com
Internasional
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem