- Home
- Internasional
- Timses Jokowi: Pernyataan Prabowo Bisa Lukai Hubungan RI-Palestina
Internasional
Timses Jokowi: Pernyataan Prabowo Bisa Lukai Hubungan RI-Palestina
Jumat, 23 Nov 2018 16:36
"Pernyataan Pak Prabowo (yang tidak masalah dengan rencana Australia untuk memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem) bertolak belakang dengan semangat konstitusi kita," ungkap jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid dalam pernyataan tertulis, Jumat (23/11/2018).
Menurut Meutya, pemindahan kedubes tersebut sebagai bentuk pengakuan Australia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara. Padahal Yerusalem masih menjadi konflik antara Israel dengan Palestina.
"Ini sama dengan mendukung Penjajahan Israel atas Palestina. Indonesia sepatutnya memprotes rencana tersebut, oleh negara manapun termasuk Australia," sebut Meutya.
"Pernyataan Prabowo berpotensi melukai hubungan baik Indonesia dengan Palestina. Terlepas dari itu, pernyataan Pak Prabowo berpotensi melukai perjuangan bangsa Palestina, juga perjuangan masyarakat di Indonesia yang selama ini berjuang untuk saudara saudara kita di Palestina," tambah Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.
Meutya mengingatkan, selama ini Palestina menganggap Indonesia sebagai sahabat sejati, karena selalu berani membela kepentingan Palestina di hadapan negara-negara lain di PBB. Indonesia juga menyatakan protes resmi di PBB ketika Amerika Serikat berencana memindahkan kedutaannya ke Yerusalem di bawah kepemimpinan Donald Trump.
"Jika betul rencana pemindahan kedutaan ke Yerusalem, Australia berpotensi melanggar sejumlah resolusi PBB yang telah menetapkan bahwa Yerusalem di bawah naungan PBB," kata Meutya.
Anggota Komisi I DPR itu mengatakan sepatutnya Indonesia mengingatkan Australia sebagai negara sahabat. Menurut Meutya, itu juga yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia kepada Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Kami mengajak semua pihak di dalam negeri untuk terus memperjuangkan hak-hak Palestina apalagi mengingat Al Aqsa berada di Yerusalem dan merupakan salah satu tempat suci," tuturnya.
Pernyataan soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem itu tercetus setelah Prabowo berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11). Saat itu Prabowo menjawab pertanyaan wartawan asing soal sikapnya mengenai rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem. Berikut pernyataan Prabowo:
Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri, tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno sudah memberi penjelasan soal pernyataan eks Danjen Kopassus itu. Prabowo ditegaskan tetap mendukung Palestina.
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie
Ruang Kerjanya Disegel KPK, Keberadaan Bupati Kuansing tak Diketahui
TELUKUANTAN- Ruang kerja Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby disegel penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6/2026). Sejumlah ruang kerja pejabat lain juga turut disege