Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Tindak Keras Kelompok Militan, Pakistan Ambil Alih Ratusan Madrasah di Seluruh Negeri

Internasional

Tindak Keras Kelompok Militan, Pakistan Ambil Alih Ratusan Madrasah di Seluruh Negeri

Jumat, 08 Mar 2019 13:28
Dok: Reuters

ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan pada Kamis meningkatkan upayanya dalam menindak militan Islamis dengan mengumumkan pengambilalihan 182 sekolah keagamaan dan menahan lebih dari 100 orang. Ini merupakan tindakan terbesar dan terkeras yang pernah dilakukan Pakistan terhadap organisasi-organisasi terlarang, termasuk organisasi kesejahteraan Islam yang disebut sebagai kedok bagi aktivitas militan Islamis.

Pakistan tengah menghadapi tekanan dari kekuatan global untuk bertindak terhadap kelompok-kelompok yang melakukan serangan di India, termasuk Jaish-e-Mohammed (JeM), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 14 Februari yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India.

Serangan tersebut meningkatkan ketegangan antara kedua negara dan menyebabkan rangkaian serangan udara dari kedua belah pihak yang dikhawatirkan akan pecah menjadi perang.

Para pejabat Pakistan mengatakan tindakan keras itu adalah bagian dari upaya yang telah lama direncanakan dan bukan sebagai tanggapan terhadap kemarahan India. Bulan lalu, New Delhi menyebut Islamabad telah gagal mengendalikan kelompok-kelompok militan yang beroperasi di wilayahnya.

Kementerian dalam negeri mengatakan lembaga penegak hukum telah menahan 121 orang "penahanan preventif" sebagai bagian dari tindakan keras yang dimulai pekan ini.

"Pemerintah provinsi telah mengambil kendali manajemen dan administrasi 182 seminari (madaris)", kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (8/3/2019). Madaris merujuk pada sekolah-sekolah keagamaan.

Tindakan yang diambil terhadap madrasah adalah masalah sensitif di Pakistan yang memiliki kaum Muslim yang sangat konservatif. Sekolah-sekolah keagamaan di Pakistan sering disalahkan karena radikalisasi, tetapi merupakan satu-satunya sarana pendidikan yang tersedia bagi jutaan anak-anak miskin di negara itu.

Kementerian dalam negeri mengatakan lembaga-lembaga lain dari berbagai kelompok juga telah diambil alih, termasuk 34 sekolah atau perguruan tinggi, 163 apotik, 184 ambulans, lima rumah sakit dan delapan kantor organisasi terlarang.

Banyak kelompok-kelompok terlarang, termasuk JeM, yang mengelola madrasah di Pakistan dan menjadikannya sebagai tempat merekrut para militannya.

Kelompok lainnya adalah Jamaat-ud-Dawa (JuD), yang mengoperasikan rumah sakit dan armada ambulans selain mengelola 300 madrasah di seluruh negeri.

JuD menyebut dirinya sebagai organisasi amal kemanusiaan tetapi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkannya sebagai "organisasi teroris asing" dan menyebutnya sebagai front untuk Lashkar-e-Taiba (LET), sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan yang dituduh mengatur serangan di India, termasuk Serangan Mumbai pada 2008 yang menewaskan 166 orang.

Pemerintah Pakistan menyatakan JuD sebagai organisasi terlarang pekan ini, menimbulkan reaksi dari organisasi kemanusiaan tersebut.

"Seluruh negeri bertanya bahwa pesan apa yang ingin dikirim oleh pemerintah dengan menyegel organisasi kesejahteraan dan mengusir siswa," kata Juru Bicara JuD Yahya Mujahid.

Pakistan telah lama menggunakan kelompok-kelompok Islam untuk mengejar tujuannya di kawasan tersebut> Tetapi Islamabad telah membantah tuduhan New Delhi bahwa mereka secara aktif mendukung gerilyawan yang memerangi pasukan India di bagian Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim di India. 


Sumber: okezone.com


Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.