- Home
- Internasional
- Tragedi MH370: Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat atau Dalam Keadaan Pingsan?
Internasional
Tragedi MH370: Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat atau Dalam Keadaan Pingsan?
Kamis, 24 Mei 2018 10:27
BADAN keselamatan transportasi udara Australia, ATSB akhirnya angkat bicara soal klaim bahwa pilot pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 sengaja menjatuhkan pesawat ke laut pada Maret 2014.
Direktur pencarian ATSB, Peter Foley, mengatakan berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa pesawat MH370 'bukan sengaja dijatuhkan oleh pilot'.
"Kami mengkaji secara objektif data yang kami diperoleh, dari data yang ada, (disimpulkan) jika pada saat-saat terakhir pesawat itu masih dalam kendali (pilot), maka kendali itu tidak bisa dilakukan sepenuhnya (oleh pilot)," kata Foley kepada para anggota parlemen Australia, hari Selasa 22 Mei 2018.
Spekulasi bahwa pilot dalam keadaan sadar dan ia sengaja menjatuhkan pesawat diungkap oleh mantan penyelidik kecelakaan udara Kanada, Larry Vance. Dalam bukunya, Vance menyatakan penyelidikan yang dilakukan ATSB cacat dan kesimpulan tentang saat-saat terakhir pesawat MH370 'keliru'.
Saat tampil di stasiun televisi Australia, Vance mengatakan,
"Pilot sengaja bunuh diri, sayangnya semua orang yang ada di pesawat
ikut mati. Ia sengaja menjatuhkan pesawat."
Pernyataan Vance ini berbeda dengan kesimpulan penyelidikan ATSB yang mengatakan pilot dalam keadaan tidak sadar pada saat-saat terakhir penerbangan MH370, yang menyebabkan pesawat jatuh ke Samudra Hindia bagian selatan.
Masih jadi misteri
Pesawat MH370 yang mengangkut 239 penumpang dan awak itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.
Tiga negara terlibat dalam pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan dunia, yaitu Malaysia, China, dan Australia. Upaya pencarian selama 1.046 hari akhirnya resmi dihentikan pada Januari 2017.
Penyisiran bawah laut tidak menemukan kepingan pesawat. Jejak MH370 hanya berupa beberapa kepingan kecil dari pesawat yang terdampar di kepulauan di Samudra Hindia dan di pantai Afrika. Pemerintah Australia mengatakan pencarian akan dimulai lagi jika ada bukti baru yang penting.
Satu perusahaan swasta asal Amerika Serikat memulai pencarian MH370 pada awal tahun namun sejauh ini tidak menemukan bukti atau petunjuk.
Perdana Menteri Mahathir Mohamad membatalkan kontrak pencarian
pesawat MH370 karena dinilai tidak lagi memberikan kemanfaatan bagi
Malaysia. Pejabat di kementerian transportasi mengatakan kontrak ini
resmi berakhir pada Selasa pekan depan.
(okezone.com)
Internasional
Prabowo dan Lukashenko Bahas Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko akan meluncurkan roadmap atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus periode 2026-2030. Roadmap ini akan mencakup sejum
Pilot Amerika Diduga Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik Papua, Ini Identitasnya
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas dalam insiden pembakaran pesawat perintis di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo
KPK Panggil 3 Pegawai Imigrasi Jakbar Terkait Kasus Izin Tinggal WNA
Jakarta - KPK kembali memanggil sejumlah saksi terkait perkara pemerasan izin tinggal WNA di Ditjen Imigrasi yang menjerat Wamen Imipas Silmy Karim. Hari ini, sejumlah pegawai pada Kantor Imigrasi Kel
Jaksa di Sidang dr Tifa: Jokowi Alami Kerugian Imateriil dan Merasa Dihina
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Tifauzia Tyasumma alias dr Tifa melakukan fitnah, penghinaan hingga pencemaran nama baik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Jaksa menyebut akibat perbuata
Paripurna DPR Sepakat RUU Pusat Finansial Internasional Masuk Prolegnas 2026
Jakarta - Rapar paripurna DPR menyepakati rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 sebagai usul inisiatif pemerint