Kamis, 19 Feb 2026

Berita

Trump Harap Serangan ke Iran Tak Perlu Dilakukan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 30 Jan 2026 16:41
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap dapat menghindari aksi militer terhadap Iran, yang telah mengancam akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika sebagai balasan atas serangan apa pun.

Trump mengatakan ia sedang berbicara dengan Iran dan membuka kemungkinan untuk menghindari serangan militer. Ini disampaikannya pada Kamis (29/1) waktu setempat setelah sebelumnya memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran, seiring Amerika Serikat mengirimkan armada angkatan laut yang besar ke wilayah tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/1/2026), ketika ditanya apakah ia akan melakukan pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan kepada wartawan: "Saya telah melakukannya dan saya berencana untuk melakukannya."

"Kita memiliki kelompok yang menuju ke tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya," imbuh presiden AS itu, saat berbicara kepada media pada pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania.

Sebelumnya, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS tidak akan terbatas seperti pada Juni tahun lalu, ketika pesawat tempur dan rudal Amerika sempat bergabung dalam perang udara singkat Israel melawan Iran. Dia mengatakan bahwa respons kali ini akan menjadi respons yang tegas dan "dilakukan secara instan."

Akraminia mengatakan kepada televisi pemerintah Iran, bahwa kapal induk AS memiliki "kerentanan serius" dan bahwa banyak pangkalan militer Amerika di wilayah Teluk berada "dalam jangkauan rudal jarak menengah kita."

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan Trump -- melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, membuat cuitan bahwa operasi telah selesai," katanya.

Seorang pejabat di Teluk, tempat negara-negara tersebut menjadi tuan rumah situs militer AS, mengatakan kepada AFP, bahwa kekhawatiran akan serangan AS terhadap Iran "sangat jelas."

"Itu akan membawa kekacauan di kawasan itu, akan merugikan perekonomian tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di AS dan menyebabkan harga minyak dan gas meroket," katanya.(detiknews)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Feb 2026 16:37

    Ekonomi Tumbuh 4,79 Persen, Pemprov Riau Siapkan RKPD 2027 Berbasis Daya Saing

    PEKANBARU �" Pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,79 persen pada 2025 menjadi modal optimisme dalam penyusunan RKPD 2027. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:30

    10 Saham Top Gainer Perdagangan Rabu 18 Februari 2026, Simak Daftar Emitennya

    IDXChannelâ€"Simak 10 saham top gainer hari ini. Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, IHSG ditutup parkir di zona hijau 8.310 dengan kenaikan 1,19 persen. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp23,6

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:15

    Jalani Proses Cerai, Boiyen Posting Foto Galau dengan Lagu 'Kukira Kau Rumah'

    JAKARTA - Di tengah proses perceraiannya dengan Rully Anggi Akbar, Boiyen tampak sudah menghapus foto preweddingnya di Instagram. Namun di Instagram feeds boiyenpesek memang masih ada beberapa potret

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:07

    Transformasi Dunia Kerja, Menaker Sebut Shopee Affiliate Buka Peluang Ekonomi Baru Era Digital

    JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi m

  • Rabu, 18 Feb 2026 15:56

    Perdebatan Genteng vs Seng, Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Tak Cukup Rp60 Juta

    JAKARTA �" Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera masih memunculkan perdebatan terkait jenis material atap yang akan digunakan, antara genteng atau seng. Perdebatan ini muncul kare

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.