Minggu, 19 Apr 2026

Berita

Trump Harap Serangan ke Iran Tak Perlu Dilakukan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 30 Jan 2026 16:41
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap dapat menghindari aksi militer terhadap Iran, yang telah mengancam akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika sebagai balasan atas serangan apa pun.

Trump mengatakan ia sedang berbicara dengan Iran dan membuka kemungkinan untuk menghindari serangan militer. Ini disampaikannya pada Kamis (29/1) waktu setempat setelah sebelumnya memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran, seiring Amerika Serikat mengirimkan armada angkatan laut yang besar ke wilayah tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/1/2026), ketika ditanya apakah ia akan melakukan pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan kepada wartawan: "Saya telah melakukannya dan saya berencana untuk melakukannya."

"Kita memiliki kelompok yang menuju ke tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya," imbuh presiden AS itu, saat berbicara kepada media pada pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania.

Sebelumnya, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS tidak akan terbatas seperti pada Juni tahun lalu, ketika pesawat tempur dan rudal Amerika sempat bergabung dalam perang udara singkat Israel melawan Iran. Dia mengatakan bahwa respons kali ini akan menjadi respons yang tegas dan "dilakukan secara instan."

Akraminia mengatakan kepada televisi pemerintah Iran, bahwa kapal induk AS memiliki "kerentanan serius" dan bahwa banyak pangkalan militer Amerika di wilayah Teluk berada "dalam jangkauan rudal jarak menengah kita."

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan Trump -- melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, membuat cuitan bahwa operasi telah selesai," katanya.

Seorang pejabat di Teluk, tempat negara-negara tersebut menjadi tuan rumah situs militer AS, mengatakan kepada AFP, bahwa kekhawatiran akan serangan AS terhadap Iran "sangat jelas."

"Itu akan membawa kekacauan di kawasan itu, akan merugikan perekonomian tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di AS dan menyebabkan harga minyak dan gas meroket," katanya.(detiknews)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.