- Home
- Internasional
- Trump Tetap Bersama Saudi di Tengah Kasus Khashoggi, Iran: Memalukan!
Internasional
Trump Tetap Bersama Saudi di Tengah Kasus Khashoggi, Iran: Memalukan!
Rabu, 21 Nov 2018 09:42
Dalam pernyataan via Twitter seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Rabu (21/11/2018), Zarif menyebut pernyataan Trump yang menegaskan AS akan tetap bersama Saudi -- sekutu dekatnya -- di tengah kemelut kasus Khashoggi, sebagai 'pernyataan memalukan'.
Zarif juga secara khusus membahas soal penyebutan Iran dalam pernyataan Trump itu. Diketahui bahwa dalam pernyataannya, Trump memang menyebut Iran sebagai contoh negara yang mensponsori teror, lalu membandingkannya dengan Saudi.
"Trump dengan aneh mendedikasikan paragraf PERTAMA dalam pernyataan memalukan soal kekejaman Saudi untuk menuduh Iran atas setiap pelanggaran yang bisa dia pikirkan," sebut Zarif dalam pernyataannya.
Pernyataan Trump berjudul 'America First' yang dirilis secara resmi oleh Gedung Putih itu diawali dengan kalimat berbunyi 'Dunia adalah tempat yang sangat berbahaya'. Trump kemudian membahas Iran dalam pernyataannya itu.
"Negara Iran, sebagai contoh, yang bertanggung jawab atas perang proxy mematikan terhadap Arab Saudi di Yaman, berusaha mendestabilisasi upaya rapuh Irak dalam mewujudkan demokrasi, mendukung kelompok teror Hizbullah di Lebanon, mendukung diktator Bashar Assad di Suriah (yang membunuh jutaan warganya sendiri), dan banyak lagi," ucap Trump dalam pernyataannya.
"Sebaliknya, Iran telah membunuh banyak warga Amerika dan orang-orang tak berdosa lainnya di kawasan Timur Tengah," imbuhnya.
"Di sisi lain, Arab Saudi akan dengan senang hati menarik diri dari Yaman jika Iran sepakat untuk pergi. Mereka akan dengan segera memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan. Apalagi, Arab Saudi sepakat menghabiskan miliaran dolar dalam memimpin perjuangan melawan Terorisme Islamis Radikal," tegas Trump.
Dalam komentarnya, Zarif juga menyinggung soal komentar Trump terkait kebakaran hutan dahsyat di California saat Trump mengklaim Presiden Finlandia permah memberitahu dirinya bahwa negara itu mencegah kebakaran hutan dengan menggaruk hutan-hutan mereka.
"Mungkin kami juga bertanggung jawab atas kebakaran California, karena kami tidak membantu menggaruk hutan-hutan -- seperti yang dilakukan Finlandia?" tutur Zarif dengan nada menyindir.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump bersumpah tetap bersama Saudi sembari mengakui kemungkinan soal Putra Mahkota Saudi ada di balik pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini dirilis setelah kesimpulan CIA menyatakan keyakinan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
"Bisa saja Putra Mahkota mengetahui peristiwa tragis ini -- mungkin dia melakukannya dan mungkin juga tidak!" sebut Trump dalam pernyataannya.
"Kita tidak pernah tahu semua fakta seputar pembunuhan Jamal Khashoggi. Apapun yang terjadi, hubungan kita adalah dengan Kerajaan Arab Saudi. Amerika Serikat bertekad untuk tetap menjadi mitra yang teguh," tegas Trump.
(detik.com) Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie