Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Uni Eropa Masukkan Garda Revolusi Iran ke Dalam Daftar Teroris

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 30 Jan 2026 13:57
JAKARTA - Uni Eropa (UE) telah memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar teroris. Langkah ini merupakan tanggapan UE atas tindakan keras Teheran yang mematikan terhadap para demonstran dalam beberapa pekan terakhir.

Diplomat tertinggi UE Kaja Kallas mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa mengambil "langkah tegas" ini karena "penindasan tidak bisa dibiarkan begitu saja".

Sebelum keputusan itu diambil, ia mengatakan bahwa langkah tersebut akan menempatkan IRGC â€" sebuah kekuatan militer, ekonomi, dan politik utama di Iran â€" pada level yang sama dengan kelompok jihadis seperti al-Qaeda dan kelompok Negara Islam.

Kelompok hak asasi manusia memperkirakan ribuan demonstran tewas oleh pasukan keamanan, termasuk IRGC, selama beberapa minggu kerusuhan pada Desember dan Januari.

Berbicara di Brussels pada Kamis (29/1/2026), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menggambarkannya sebagai "penindasan paling kejam dalam sejarah modern Iran" dan mengatakan bahwa "tidak akan ada impunitas untuk kejahatan yang dilakukan".

Kallas mengatakan ia mengharapkan saluran diplomatik tetap terbuka dengan Iran, bahkan setelah menambahkan IRGC ke dalam daftar kelompok yang terlibat dalam aksi teror.

Organisasi-organisasi dalam daftar teroris Uni Eropa dikenai sanksi termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset, dengan tujuan untuk menghilangkan jaringan pendukung mereka.

Uni Eropa juga telah memberlakukan sanksi baru terhadap enam entitas dan 15 individu di Iran, termasuk Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, Jaksa Agung Mohammad Movahedi Azad, dan Iman Afshari, seorang hakim ketua.

"Mereka semua terlibat dalam penindasan kekerasan terhadap protes damai dan penangkapan sewenang-wenang terhadap aktivis politik dan pembela hak asasi manusia," kata blok tersebut dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir BBC.

Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS) telah mengklasifikasikan IRGC sebagai kelompok teror tetapi belum dilarang di Inggris.

Pengumuman Uni Eropa ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar" sedang bergerak cepat menuju Iran "dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar".

Trump memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Iran untuk menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya dan mendesak Teheran untuk "datang ke meja perundingan".

Ia mengancam akan melakukan serangan yang "jauh lebih buruk" daripada serangan AS terhadap Iran tahun lalu jika kesepakatan tidak tercapai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan angkatan bersenjata negara itu siap "dengan jari di pelatuk" untuk "segera dan dengan kuat menanggapi" setiap agresi.

Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami bersumpah akan memberikan "tanggapan yang menghancurkan" terhadap setiap serangan dari AS. Dia mengatakan berbagai resimen militer telah menerima sejumlah 1.000 drone, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Araghchi akan mengunjungi Turki pada Jumat (30/1/2026), di mana mitranya Hakan Fidan mengatakan: "Turki siap berkontribusi untuk menyelesaikan ketegangan saat ini melalui dialog."

Peringatan terbaru Trump ini menyusul janjinya bahwa Washington akan campur tangan untuk membantu mereka yang terlibat dalam penindakan brutal terhadap para demonstran awal bulan ini.

Pemadaman internet yang diberlakukan oleh pemerintah Iran telah mempersulit penilaian skala kekerasan pemerintah terhadap para demonstran.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan telah mengonfirmasi pembunuhan lebih dari 6.301 orang, termasuk 5.925 demonstran, sementara kelompok lain, Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, mengatakan jumlah korban akhir bisa melebihi 25.000.

Pemerintah Iran mengatakan lebih dari 3.100 orang telah tewas, tetapi sebagian besar adalah personel keamanan atau warga sipil yang diserang oleh "perusuh".(okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.