28 Kasus PMK Terdeteksi di Kampar Saat Riau Resmi Darurat PMK, Sejumlah Hewan Sedang Diobati
Admin
Jumat, 15 Jul 2022 16:31
KAMPAR - Gubernur menetapkan Riau berstatus darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebelum status darurat, kasus PMK di Kampar sudah ditemukan sebanyak 28 ekor.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnunnak Keswan), Syahrizal melalui Kepala Bidang Keswan, drh. Deyus Herman menyebutkan, kasus tersebar di beberapa desa.
Kasus terbanyak di dua desa Kecamatan Bangkinang. Terdiri dari Desa Muara Uwai sebanyak 14 ekor dan Desa Bukit Payung sebanyak 5 ekor.
Di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu 4 ekor. Di Desa Desa Kusau Makmur Kecamatan Tapung Hulu 3 ekor.
Di Desa Pulau Jambu Kecamatan Kampar 2 ekor. "Semua sudah diobati dan sembuh," katanya pada Jumat (15/7/2022).
Ia mengatakan, selain itu ada beberapa ekor yang bergejala klinis.
Tetapi tidak terlalu parah. Paling banyak kerbau di Kecamatan Kuok. Hewan bergejala sedang diobati.
"Masih terus kita pantau setelah diobati," katanya.
Terkait penetapan status darutat, pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk dari Pemerintah Provinsi Riau tentang langkah yang akan diambil.Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) Kampar mendirikan lima posko pengawasan.
Tetapi posko sudah ditutup setelah Hari Raya Idul Adha. Sebab posko difokuskan untuk mengawasi kondisi hewan kurban yang keluar masuk Kampar.
Deyus belum bisa memastikan posko akan dibuka kembali atau tidak selama status darurat.
Pemkab Kampar masih menunggu kebijakan Pemprov Riau.
Kerbau Asal Sumbar Diputar Balik di Perbatasan Kampar Gegara Ada Gejala PMK
Beberapa waktu lalu, Posko Pengawasan Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kampar meminta kendaraan yang mengangkut kerbau putar balik ke daerah asalnya.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Keswan, drh Deyus Herman mengatakan, kerbau itu berasal dari Sumatera Barat.
Kerbau diangkut melintasi Kecamatan XIII Koto Kampar. Lalu posko di sana mendapati kerbau bergejala.
Selain itu, pengirim juga tidak melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Kerbau itu bergejala. Tidak mempunyai SKKH. Hanya keterangan dari Kepala Desa. Jadi dilarang masuk ke Kampar," ujarnya.
Ia menyebutkan, posko sudah memutar balik lima ekor ternak. Sebelumnya, posko Tapung Hilir memutar balik hewan asal Sumatera Utara karena bergejala.
Menurut dia, Kampar merupakan pintu masuk Riau. Tak semua pengiriman dari luar Riau untuk pemesan di Kampar.
"Walaupun tidak untuk Kampar, tetapi kalau lewat posko hatus diperiksa," ujarnya.
Ada lima posko di Kampar. Tersebar di Kecamatan XIII Koto Kampar perbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.
Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir untuk pintu masuk dari Sumatera Utara.
Desa Silam Kecamatan Kuok untuk pintu masuk dari Kabupaten Rokan Hulu.
Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu untuk pintu masuk dari Kabupaten Rokan Hulu, dan Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri untuk pintu masuk dari Kabupaten Kuantan Singingi.
Kampar Vaksinasi PMK Serentak di Tiga Desa
Pemerintah Kabupaten Kampar memulai vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kamis (30/6/2022).
Vaksinasi tahap awal ini difokuskan di wilayah Tapung Raya.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, Syahrizal menyebutkan, vaksinasi hari pertama dilaksanakan di Kecamatan Tapung dan Tapung Hilir.
Tersebar di Desa Sei Lembu Makmur dan Desa Kenantan Kecamatan Tapung. Serta Desa Tanah Tinggi Kecamatan Tapung Hilir.
"Hari pertama menghabiskan sebanyak 300 dosis," katanya pada vaksinasi kembali dilanjutkan di hari kedua, Jumat (1/7/2022).
Tim vaksinator terdiri dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD).
Tim didampingi personil Kepolisian Resor Kampar dan Komando Distrik Militer 0313/KPR.
Kepala Bidang Keswan, drh. Deyus Herman menambahkan, vaksinasi hari kedua dan ketiga dilaksanakan di Desa Kijang Makmur Kecamatan Tapung Hilir.
"Di Kijang Makmur itu bisa dua hari karena banyak populasi," katanya.
Lanjut ke hari keempat, Minggu (3/7/2022), di Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir. Tahap pertama ini akan menghabiskan 1.000 dosis untuk Kampar yang telah diterima.
Menurut dia, Tapung Raya diprioritaskan karena wilayah dengan populasi terbanyak di Kampar.
Semua 1.000 dosis tahap awal ini akan habis sebelum Hari Raya Idul Adha di Tapung Raya.
Ia menjelaskan, selain populasi terbanyak, Tapung Raya difokuskan setelah kasus ditemukan dengan satu kematian.
"Tapung Raya populasi terbanyak, kasusnya di sini juga, jadi harus kita back-up," ujarnya.
Vaksinasi mengutamakan ke ternak betina. Sebab yang jantan akan disembelih untuk kurban.
"Kita utamakan yang betina. Yang jantan kan nanti untuk kurban. Kalau jantan divaksin jadi sia-sia," ujarnya.
Ia mengatakan, proses vaksinasi cukup memakan waktu. Rata-rata hewan ternak di Tapung Raya dilepasliarkan dalam perkebunan kelapa sawit.
Peternak harus menggiring ternak ke kandang agar berkumpul.
Menurut dia, masyarakat sangat antusias ternaknya divaksin secara gratis. Peternak menyadari PMK sudah mengkhawatirkan karena penularannya sangat cepat.