Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Balita Meninggal karena Cacingan, Dokter Ungkap Gejalanya

Kesehatan,

Balita Meninggal karena Cacingan, Dokter Ungkap Gejalanya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 21 Agu 2025 15:56
okezone.com
Kasus balita meninggal karena penyakit cacingan membuat pilu banyak orang. Tubuhnya anak berusia 3 tahun ini dipenuhi cacing hingga telurnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Alam Sutera dr. Sandy Perkasa, Sp.PD mengatakan, infeksi cacing dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya kebersihan, dan paparan lingkungan yang terkontaminasi.

“Penting bagi kita semua untuk memahami risiko ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi kesehatan kita,” tulisnya dilansir dari laman EMC, Kamis (21/08/2025).

Cacingan disebabkan oleh berbagai jenis cacing, seperti cacing tambang, cacing kremi, cacing pita, dan cacing gelang. Infeksi ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan parasit atau konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh telur cacing.

Selain itu, orang yang tinggal atau bekerja di daerah dengan sanitasi yang buruk atau memiliki paparan yang tinggi terhadap hewan ternak juga berisiko lebih tinggi terkena cacingan.

Salah satu faktor risiko utama cacingan adalah pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan yang tidak cukup matang atau tidak higienis, seperti daging mentah atau setengah matang, ikan mentah, atau sayuran yang tidak dicuci dengan baik, dapat menjadi sumber infeksi cacing.

“Mengonsumsi air yang terkontaminasi atau tidak aman juga dapat menyebabkan infeksi cacing,” tulisnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.