Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kampar Lesu, Masyarakat Mulai Cuek?

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kampar Lesu, Masyarakat Mulai Cuek?

Admin
Senin, 11 Jul 2022 16:05
pekanbaru.tribunnews.com

KAMPAR - Capaian vaksinasi Covid-19 Dosis 3 atau booster di Kampar lesu. Jumlah suntikan per hari terjun bebas sejak beberapa pekan terakhir.

Dinas Kesehatan Kampar mengeluhkan kondisi ini.

"Sekarang paling 500 sampai 1000 (dosis) sehari," kata Kepala Dinas Kesehatan, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Haryanto kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (11/7/2022).

Capaian Vaksin Dosis 3 baru 14,91 persen dari sasaran. Jauh di bawah capaian Dosis 1 dan Dosis 2 masing-masing sebanyak 93,20 persen dan 73,21 persen.

Ia menduga, masyarakat mulai terlena karena kasus penyebaran Covid-19 melandai. Bahkan nihil dalam beberapa hari. Sehingga merasa tidak perlu lagi divaksin

Menurut dia, Dinas Kesehatan telah membuka akses selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin divaksin. Gerai dibuka di seluruh 31 Puskesmas di Kampar.

Dinkes juga melayani gelaran masyarakat yang melaksanakan vaksin. Tetapi itupun tak mendongrak minat masyarakat.

"Vaksinatornya ada sepuluh di satu gerai, tetapi yang datang cuma dua orang," katanya memberi contoh.

Ia mengatakan, warga yang datang belum tentu dapat divaksin. Sebab ada batas minimal penyuntikan dosias untuk satu pemakaian ampul. Tiap jenis vaksin batas minimalnya berbeda.


Ia mencontohkan Astra Zeneca. Satu ampul berisi 20 dosis. Maka ampul baru dapat dibuka jika yang akan divaksin sudah ada 20 orang. Sedangkan Pfizer, satu ampulnya berisi enam dosis.

"Kalau masyarakat yang datang cuma dua, berarti 18 dosis lagi mubazir. Nanti bisa jadi temuan lagi. Jadi nggak bisa disuntik," ujarnya.

Kasus terkonfirmasi positif di Kampar memang amat melandai. Kemunculan kasus terakhir pada 28 Juni lalu. Tak ada penambahan kasus selama Juli 2022.

Selama Juni, terjadi penambahan sebanyak 21 kasus. Penambahannya satu per hari. Nihil kasus hanya sembilan hari.

Sementara kasus nasional naik tajam. Sehingga pelonggaran dapat melepas masker ketika beraktivitas di luar ruangan yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, berubah. Presiden kembali mewajibkan pemakaian masker, baik di dalam maupun luar ruangan.

Menanggapi perubahan kebijakan ini, Haryanto menyatakan, tidak berpengaruh di Kampar. Menurut dia, Pemkab Kampar tidak pernah menyampaikan kepada masyarakat secara resmi bahwa beraktivitas di luar ruangan dapat melepas masker.

"Selama ini kita Prokes aja. Kita nggak pernah bilang, kalau di luar ruangan dapat lepas masker. Jadi kita tidak ada yang berubah. Tetap prokes," tandasnya.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.