Senin, 11 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Dosen ITS Ciptakan Alat Deteksi Pernapasan dari Serat Optik
  • Home
  • Kesehatan
  • Dosen ITS Ciptakan Alat Deteksi Pernapasan dari Serat Optik

Dosen ITS Ciptakan Alat Deteksi Pernapasan dari Serat Optik

Kamis, 08 Mar 2018 16:12

JAKARTA - Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi sensor pendeteksi ragam pernapasan dengan serat optik sebagai bahan utama. Alat yang diberi nama Senapas (Serat Optik untuk Napas) ini diciptakan oleh Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD bersama Laboratorium Rekayasa Fotonika Departemen Teknik Fisika ITS.

Serat optik ini diletakkan dalam masker oksigen yang terhubung dengan Liquid Crystal Display (LCD). Penggunaan serat optik sebagai sensor dapat mengukur kualitas pernapasan secara langsung dari masker oksigen yang dikenakan ke monitor display. Serat optik memiliki bobot yang ringan, kecil, dan praktis sehingga dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. Selain itu, sifat serat optik juga kebal terhadap medan elektromagnetik, sehingga aman digunakan di lingkungan Magnetic Imaging Resonance (MRI).

Indeks bias kaca yang lebih besar dari indeks bias udara menyebabkan cahaya dalam serat optik tidak akan keluar atau bocor dan juga akan mempercepat transmisi serat optik. Serat optic memang sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Indonesia memang sudah memiliki alat deteksi pernapasan, namun masih berupa sistem analog. Bahan elektroda yang digunakan sebagai sensor juga kurang baik dalam medan beradiasi seperti MRI.

"Ukuran alatnya juga masih besar. Di sini, saya dan tim hanya ingin menawarkan solusi atas masalah tersebut," tutur Agus Muhamad Hatta seperti dilansir dari laman Unair, Kamis (8/3/2018).

Agus menguji kelayakan alat ini kepada beberapa pihak medis dan mengujicobakannya ke mahasiswa. Menurutnya, alat ini sudah bekerja cukup baik namun masih butuh beberapa perbaikan dari segi kemasan. Ia juga mengaku masih terkendala biaya sistem penampil datanya yang cukup mahal dan juga mendapat bahan baku komponen karena minimnya industri elektronika di Indonesia. Ia sangat berharap alat buatannya ini dapat dikomersilkan secara bebas meskipun nilai jual alat ini cukup mahal.

Alat pendeteksi pernapasan memang penting untuk analisa kedokteran atau analisa psikologi. Tak hanya itu, ketahanan pekerja juga bisa dilihat dengan alat ini.

"Dalam industri pertambangan contohnya, kondisi penambang yang ada di bawah tanah bisa diamati dengan alat deteksi pernapasan ini secara langsung. Mendeteksi kondisi kebugaran atlet, atau kasus-kasus lain," jelasnya.

Serat optik sendiri adalah saluran transmisi sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik. Alat ini sangat halus, diameternya kurang lebih 120 mikrometer, ukurannya lebih tipis dari sehelai rambut. Kabel tipis ini dapat digunakan untuk menghantarkan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau Light-Emitting Diode (LED).

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.