Hati-Hati, Penyakit Gusi Bisa Datangkan Malapetaka!
Rabu, 05 Agu 2015 08:47
GIGI hanyalah sebagian kecil dari rongga mulut. Kendati telah menyikat gigi dua kali sehari secara teratur, namun hal tersebut tak menjamin Anda akan memiliki gigi dan gusi yang sehat-kuat.
Prof. Dr. Drg. Tri Erri Astoeti, Mkes, mengatakan bahwa sikat gigi sejatinya tak bisa menjangkau seluruh area rongga mulut, terutama pada area yang rentan terbentuk plak, seperti sela-sela gigi dan gusi.
Saat disinggung masalah gusi, Tri Erri yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti menuturkan, penyakit gusi merupakan masalah kesehatan yang tak boleh disepelekan. Kata dia, setidaknya ada empat dampak buruk yang bisa terjadi bila Anda menderita penyakit tersebut. Berikut ulasan lengkapnya!
Stroke
Penyakit gusi bisa meningkatkan risiko stroke lebih dari 50 persen pada orang berusia 25-54 tahun. Kesimpulan tersebut didapat setelah peneliti melakukan riset terhadap 800 penderita stroke.
Diabetes
Penderita diabetes berpotensi tiga kali lebih besar menderita penyakit gusi. Sebaliknya, penderita penyakit gusi juga berpotensi menderita diabetes.
Jantung
Sejumlah studi menyebutkan, penyakit gusi berhubungan erat dengan penyakit jantung. Diindikasikan, penderita penyakit gusi parah berpotensi 2 kali lebih besar mengalami risiko fatal penyakit jantung.
Kelahiran prematur
Dampak penyakit gusi yang terakhir ini merupakan kabar buruk bagi pasangan suami-istri. Dikatakan periset, wanita hamil dengan penyakit gusi parah punya kecenderungan tujuh kali lebih besar memiliki bayi prematur.
Menindaklanjuti masalah kesehatan tersebut, Tri Erri punya trik jitu untuk mencegahnya. "Caranya cukup mudah. Selain rutin menyikat gigi, mulailah biasakan diri menggunakan obat kumur dua kali sehari setelah menyikat gigi. Dengan begitu, gigi, gusi, dan mulut Anda pun bisa terlindung dari bakteri" pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter
Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki
Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan
Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y
Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .
PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor
26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam
Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder
Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal
BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk