Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kesehatan,

Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 09:46
okezone.com
Wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep kini menjadi sorotan masyarakat dan pemerintah. Hingga 21 Agustus 2025, tercatat 2.035 kasus campak yang terkonfirmasi, menyebabkan pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Informasi ini disampaikan oleh

Apa Itu Campak?
Campak (measles) adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular. Penularannya mudah melalui batuk, bersin, atau kontak dekat. Satu penderita bisa menularkan ke banyak orang jika tidak cepat ditangani. Hal ini menjadikannya penyakit berbahaya terutama bagi anak yang belum imunisasi lengkap.

Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala campak biasanya muncul setelah 7"14 hari masa inkubasi dan mencakup:

Demam tinggi
Batuk kering dan pilek
Iritasi mata (konjungtivitis)
Ruam merah menyebar di seluruh tubuh
Bintik Koplik (titik putih di mulut) sebagai tanda khas awal campak
Karena gejalanya mirip flu di awal, sering kali diagnosis terlambat ditemukan.
Penyebab Meningkatnya Kasus di Sumenep
Menurut penjelasan dari Aji Muhawarman kepada iNews.id, salah satu penyebab utama lonjakan kasus adalah rendahnya cakupan imunisasi. Banyak anak yang terkena atau bahkan meninggal akibat campak ternyata belum menerima imunisasi sama sekali. “Sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada anak yang tidak pernah diimunisasi,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman.

Menindaklanjuti status KLB, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep mulai 25 Agustus 2025 menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI). ORI menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya, sebagai langkah cepat menahan penyebaran penyakit.

Mengapa Ini Penting?
Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Imunisasi adalah kunci utama untuk melindungi anak dan mencegah wabah.
Respons cepat melalui imunisasi massal (ORI) dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dan menurunkan angka kematian.***(Okezone.com)

Sumber: okezone.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.