Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kesehatan,

Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 09:46
okezone.com
Wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep kini menjadi sorotan masyarakat dan pemerintah. Hingga 21 Agustus 2025, tercatat 2.035 kasus campak yang terkonfirmasi, menyebabkan pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Informasi ini disampaikan oleh

Apa Itu Campak?
Campak (measles) adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular. Penularannya mudah melalui batuk, bersin, atau kontak dekat. Satu penderita bisa menularkan ke banyak orang jika tidak cepat ditangani. Hal ini menjadikannya penyakit berbahaya terutama bagi anak yang belum imunisasi lengkap.

Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala campak biasanya muncul setelah 7"14 hari masa inkubasi dan mencakup:

Demam tinggi
Batuk kering dan pilek
Iritasi mata (konjungtivitis)
Ruam merah menyebar di seluruh tubuh
Bintik Koplik (titik putih di mulut) sebagai tanda khas awal campak
Karena gejalanya mirip flu di awal, sering kali diagnosis terlambat ditemukan.
Penyebab Meningkatnya Kasus di Sumenep
Menurut penjelasan dari Aji Muhawarman kepada iNews.id, salah satu penyebab utama lonjakan kasus adalah rendahnya cakupan imunisasi. Banyak anak yang terkena atau bahkan meninggal akibat campak ternyata belum menerima imunisasi sama sekali. “Sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada anak yang tidak pernah diimunisasi,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman.

Menindaklanjuti status KLB, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep mulai 25 Agustus 2025 menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI). ORI menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya, sebagai langkah cepat menahan penyebaran penyakit.

Mengapa Ini Penting?
Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Imunisasi adalah kunci utama untuk melindungi anak dan mencegah wabah.
Respons cepat melalui imunisasi massal (ORI) dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dan menurunkan angka kematian.***(Okezone.com)

Sumber: okezone.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.