Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kesehatan,

Kasus Campak Melonjak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 09:46
okezone.com
Wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep kini menjadi sorotan masyarakat dan pemerintah. Hingga 21 Agustus 2025, tercatat 2.035 kasus campak yang terkonfirmasi, menyebabkan pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Informasi ini disampaikan oleh

Apa Itu Campak?
Campak (measles) adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular. Penularannya mudah melalui batuk, bersin, atau kontak dekat. Satu penderita bisa menularkan ke banyak orang jika tidak cepat ditangani. Hal ini menjadikannya penyakit berbahaya terutama bagi anak yang belum imunisasi lengkap.

Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala campak biasanya muncul setelah 7"14 hari masa inkubasi dan mencakup:

Demam tinggi
Batuk kering dan pilek
Iritasi mata (konjungtivitis)
Ruam merah menyebar di seluruh tubuh
Bintik Koplik (titik putih di mulut) sebagai tanda khas awal campak
Karena gejalanya mirip flu di awal, sering kali diagnosis terlambat ditemukan.
Penyebab Meningkatnya Kasus di Sumenep
Menurut penjelasan dari Aji Muhawarman kepada iNews.id, salah satu penyebab utama lonjakan kasus adalah rendahnya cakupan imunisasi. Banyak anak yang terkena atau bahkan meninggal akibat campak ternyata belum menerima imunisasi sama sekali. “Sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada anak yang tidak pernah diimunisasi,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman.

Menindaklanjuti status KLB, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep mulai 25 Agustus 2025 menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI). ORI menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya, sebagai langkah cepat menahan penyebaran penyakit.

Mengapa Ini Penting?
Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Imunisasi adalah kunci utama untuk melindungi anak dan mencegah wabah.
Respons cepat melalui imunisasi massal (ORI) dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dan menurunkan angka kematian.***(Okezone.com)

Sumber: okezone.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 11:37

    Siap-siap, Pemerintah Alihkan Distribusi Bansos ke Kopdes Merah Putih

    JAKARTA - Pemerintah segera mengubah skema penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini tengah menyimulasikan pendistribusian bansos melalui Koperasi Des

  • Senin, 27 Jul 2026 11:35

    Diduga Pengedar Sabu, Dua Perempuan di Bengkalis Ditangkap

    BENGKALIS-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua perempuan yang diduga sebagai pengedar sabu berhasil d

  • Senin, 27 Jul 2026 10:48

    Iran Tuding Ukraina Serang Kapalnya, Perang Berpotensi Meluas

    Konflik Iran kembali meluas pada akhir pekan setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.ADVERTISEMENTPada saat yang sama, Iran

  • Senin, 27 Jul 2026 10:45

    Pertemuan Masyarakat Pesisir Riau Sepakat Pemekaran, Ini Usulan Nama Provinsi dan Ibukotanya

    DUMAI-Wacana pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Provinsi Riau kembali mencuat, setelah ratusan perwakilan dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Bengkalis, Siak, Kota Dumai, Rokan Hilir, dan Ke

  • Senin, 27 Jul 2026 10:31

    Breaking News: Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

    JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mundur dari jabatannya. Surat pengunduran diri diajukan Perry ke Presiden Prabowo Subianto per kemarin."Bahwa per kemarin secara resmi kami menerim

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki