Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Mengungkap Apa Itu Sekretom, Manfaat, Cara Kerja, dan Perbedaannya

Kesehatan,

Mengungkap Apa Itu Sekretom, Manfaat, Cara Kerja, dan Perbedaannya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 28 Agu 2025 11:00
Berita satu.com
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini berhasil membongkar praktik produksi serta peredaran produk sekretom ilegal di Magelang, Jawa Tengah.

Seorang dokter hewan berinisial YHF yang juga merupakan pengajar di salah satu universitas Yogyakarta diduga memproduksi dan mengedarkan sekretom tanpa izin.

Dari hasil penyidikan, BPOM menemukan 23 botol sekretom dalam kemasan tabung 1,5 mililiter berwarna merah muda dan oranye yang siap disuntikkan ke tubuh manusia. Nilai ekonomi dari temuan ini diperkirakan mencapai Rp 230 miliar.

Kasus tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat, sebenarnya apa itu sekretom, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya? Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

Apa Itu Sekretom?
Dilansir dari National Institutes of Health, Sekretom atau secretome adalah kumpulan molekul bioaktif yang dikeluarkan oleh sel, khususnya sel punca (stem cell).

Molekul ini meliputi protein, lipid, faktor pertumbuhan, sitokin, exosome, hingga microRNA (miRNA). Semua komponen tersebut memiliki peran penting dalam komunikasi antarsel, perbaikan jaringan, serta menjaga keseimbangan sistem imun tubuh.

Perlu diluruskan, sekretom berbeda dengan stem cell. Jika stem cell diibaratkan sebagai pabrik, maka sekretom adalah hasil produksinya.

Sekretom inilah yang sebenarnya bekerja dalam regenerasi sel, memperbaiki jaringan yang rusak, menekan peradangan, dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap seimbang.

Cara Kerja Sekretom
Sekretom bekerja sesuai dengan tujuan terapinya, antara lain:

Meningkatkan interaksi antarsel: Sekretom membawa pesan antarsel untuk merespons cedera atau rasa sakit.
Perbaikan jaringan: Sekretom merangsang sel di sekitarnya agar berkembang menjadi sel baru yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Prosedur Terapi Sekretom
Dalam dunia medis, terapi sekretom dilakukan melalui beberapa tahapan:

Pengambilan sel punca dari sumsum tulang merah, lemak tubuh, atau gingiva.
Isolasi sel di laboratorium hingga mengeluarkan sekretom yang kaya sitokin.
Pengujian untuk memastikan produk bebas bakteri, virus, dan jamur.
Injeksi sekretom dengan dosis sesuai kondisi pasien ke bagian tubuh yang membutuhkan perbaikan.
Kapan Terapi Sekretom Diperlukan?
Terapi sekretom umumnya dilakukan ketika terjadi kerusakan jaringan atau penyakit tertentu yang membutuhkan regenerasi. Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan sekretom antara lain:

Nyeri sendi.
Luka sulit sembuh.
Gangguan saraf.
Penyakit autoimun.
Pemulihan pascaoperasi.
Perawatan kulit dan kecantikan.
Apakah Terapi Sekretom Aman?
Menurut penelitian yang dimuat dalam International Journal of Molecular Sciences, terapi sekretom dinyatakan aman. Hal ini karena risikonya rendah terhadap penolakan sistem imun dan tidak memicu pertumbuhan sel abnormal.

Selain itu, terapi ini dapat mempercepat penyembuhan luka serta berpotensi digunakan untuk penyakit ginjal kronis dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

Manfaat Sekretom untuk Kesehatan
Berkat kandungan bioaktifnya yang kompleks, sekretom memiliki potensi besar dalam dunia medis, terutama pada pengobatan regeneratif, perawatan kulit, hingga terapi saraf. Berikut beberapa manfaat yang telah diteliti:

1. Penyembuhan luka, termasuk luka kakar
Sekretom kaya akan sitokin dan faktor pertumbuhan yang dalam studi praklinis terbukti mampu mempercepat pemulihan luka dengan merangsang regenerasi jaringan serta pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis).

Walau penelitian pada manusia masih berlanjut, potensinya sangat menjanjikan sebagai terapi tambahan penyembuhan luka dan luka bakar.

2. Rejuvenasi kulit dan estetika
Sekretom dapat menstimulasi regenerasi jaringan kulit, memperbaiki kerusakan akibat penuaan, sinar UV, maupun penurunan kolagen.

Dalam terapi kulit, sekretom juga diketahui meningkatkan produksi kolagen dan elastin, merangsang migrasi sel fibroblas serta keratinosit, sekaligus menekan peradangan. Hal ini menjadikannya kandidat potensial untuk terapi antiaging di masa depan.

3. Terapi neurodegeneratif
Penelitian menunjukkan terapi sel MSC memiliki keterbatasan dalam menangani penyakit saraf karena perbedaan kualitas sel dan risiko penolakan imun.

Sekretom MSC hadir sebagai alternatif yang lebih terstandarisasi, dengan kemampuan menembus blood-brain barrier lebih baik dibanding transplantasi sel utuh. Hal ini membuatnya menjanjikan untuk pengobatan Alzheimer, Parkinson, hingga multiple sclerosis.

4. Penyakit autoimun
Dalam berbagai uji praklinis dan studi awal, MSC-sekretom maupun eksosom terbukti memberikan efek positif pada penyakit autoimun seperti lupus sistemik (SLE), rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, hingga diabetes tipe 1.

Manfaatnya meliputi penurunan peradangan, pengaturan ulang sel imun, serta pemulihan fungsi jaringan yang terdampak.

Perbandingan Stem Cell dan Sekretom
Stem cell dan sekretom sama-sama menjadi fokus penelitian terapi regeneratif, tetapi keduanya memiliki mekanisme kerja, keunggulan, dan risiko yang berbeda.

1. Mekanisme kerja
Dalam pengobatan regeneratif, stem cell memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel baru, termasuk sel saraf dan sel glia, sehingga bisa menggantikan sel yang rusak.

Sementara itu, sekretom bekerja melalui mekanisme parakrin, yakni mengirim sinyal bioaktif yang merangsang sel di sekitarnya untuk berpartisipasi dalam proses perbaikan jaringan.

2. Kelebihan
Stem cell berpotensi mengganti sel-sel yang telah rusak secara langsung. Sedangkan sekretom, sebagai terapi tanpa sel, cenderung lebih aman karena risikonya rendah terhadap penolakan imun dan tidak berhubungan dengan potensi pembentukan tumor.

Selain itu, sekretom lebih mudah disimpan dan digunakan, sehingga menjanjikan untuk pengembangan terapi klinis.

3. Risiko
Setiap terapi tentu memiliki tantangan. Pada stem cell, risiko yang mungkin muncul adalah respons imun yang tidak diinginkan atau bahkan kemungkinan terbentuknya tumor akibat perubahan sel yang tidak terkendali.

Di sisi lain, sekretom memang memiliki risiko yang lebih kecil, namun efektivitasnya belum seluas stem cell sehingga masih memerlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan keunggulannya.

Sekretom merupakan inovasi penting dalam dunia medis, terutama dalam terapi regeneratif, perawatan kulit, dan pengobatan penyakit degeneratif. Meski sempat mencuat dalam kasus peredaran ilegal, pada dasarnya sekretom memiliki manfaat besar jika digunakan dengan prosedur medis yang benar dan sesuai aturan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.