Nyaris Tumbang, Berlendir Seperti Gejala PMK, 2 Ekor Hewan Kurban di Kampar Dikembalikan ke Penjual
Admin
Senin, 11 Jul 2022 13:48
KAMPAR - Penyembelihan hewan kurban di Kampar nyaris tanpa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang marak.
Ditemukan hanya tiga kasus bergejala saat akan disembelih.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnunnak Keswan) Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan menyebutkan, ketiga kasus itu tersebar di Kecamatan Bangkinang dan Tapung.
Kecamatan Bangkinang tepatnya di Desa Binuang.
Terdiri dari seekor kerbau dan sapi. Kerbau kemungkinan berasal dari Sumatera Barat dan sapi dari Sumatera Utara. Tetapi masyarakat setempat membelinya dari penjual lokal.
"Kita menemukan dua ekor hewan kurban di Desa Binuang bergejala parah. Kita lihat sudah mau tumbang," katanya pada, Senin (11/7/2022).
Setelah gejala klinis diperiksa, petugas lapangan menawarkan pilihan tetap disembelih atau dikembalikan kepada penjual.
Masyarakat yang resah dengan wabah memilih dikembalikan. Lalu penjual menukarnya.
Sedangkan di Tapung, tepatnya di Desa Karya Indah. Ia menyebutkan, ada seekor sapi yang bergejala ringan.
Masyarakat tetap menyembelihnya karena gejala klinis tidak berat.
"Dagingnya masih layak konsumsi," katanya.
Sementara itu, Deyus mengatakan, cacing hati masih menjadi wabah yang mendominasi.
Pihaknya banyak menerima laporan dari lapangan. Tetapi penanganannya tidak serumit PMK.
"Seperti biasa, kalau ada cacing hati, cukup hatinya saja yang dibuang. Dagingnya tetap bisa dikonsumsi," ujarnya.
Pemkab Kampar Berkurban 33 Ekor
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kampar berkurban sebanyak 33 ekor pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah.
Penyembelihan dipusatkan di Kompleks Markaz Islami, Minggu (10/7/2022).
Ada 47 ekor hewan kurban yang disembelih di Markaz Islami.
Selain dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ada 4 ekor dari jamaah Masjid Al-Ihsan Markaz Islami dan 10 ekor dari perusahaan di Kampar melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).
Penjabat Bupati Kampar, Kamsol dan keluarga berkurban di Masjid Ar-Rahman sekitar rumah dinas.
Sebelumnya, ia melaksanakan Salat Idul Adha di Markaz Islamy. Bertindak sebagai Khatib adalah M. Mendra Siswanto, S.Ag, M.Ag.
Kamsol berkurban satu ekor Kerbau. Sehingga hewan kurban di Masjid Ar-Rahman menjadi 16 ekor. Ia ikut secara langsung melakukan penyembelihan bersama panitia dan jemaah.
Open House
Ada yang berbeda dengan Hari Raya Idul Adha tahun ini. Aula Rumah Dinas Bupati Kampar akhirnya dibuka untuk tetamu atau disebut dengan istilah open house.
Dua kali Idul Adha, open house tidak dapat digelar karena pembatasan aktivitas akibat Covid-19. Kamsol dan istri, Deswita menerima tetamu.
Unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat berdatangan. Hadir di antaranya, Ketua DPRD Kampar, Muhammad Faisal, dan Dandim 0313/KPR, Letkol Arh Mulyadi. Sejumlah Kepala OPD masyarakat sekitar Rumah Dinas dan masyarakat lainnya juga datang.
"Open house ini dilaksanakan guna silaturahmi bersama seluruh masyarakat kampar. Ini adalah kesempatan kita untuk bertemu saling memaafkan," ujar Kamsol.