kesehatan
Racun Kobra Bisa Hambat Pertumbuhan Kanker
Sabtu, 17 Des 2016 10:00
Para peneliti dari Tezpur University bekerja sama dengan National University of Science and Technology MISIS (NUST MISIS), Moscow untuk meracik bahan kimia pada racun ular kobra yang disebut aplhaneurotoksin dengan nanopartikel dari selenide kadmium yang dikenal sebagai quantum dots.
Dalam bedah pengangkatan kanker, bahan kimia ini disuntikkan ke area sekitar sel kanker dan secara efektif dapat memberi batas sel kanker yang kemudian sel kanker dapat diangkat utuh tanpa risiko jaringan lain terpotong. Lantas bagaimana metode racun ular memberi tanda-tanda penyebaran kanker tersebut?
Dikutip Timesofindia, Jumat (15/12/2016). Gabungan antara neurotoksin-quantum dots tersebut dapat mencapai organ yang terinfeksi melalui aliran darah pasien kanker, kemudian zat tersebut menandai seluruh batas dari neoplasma dengan nanopartikel seperti neon yang dapat bersinar ketika dipaparkan sinar UV.
Dengan sistem pemindai ini, dokter bedah pasien kanker akan lebih mudah mengangkat bagian mana yang sudah terinfeksi kanker dan steril dari kanker, sehingga operasi pengangkatan jaringan kanker jauh lebih efektif.
"Kami menggunakan metode khusus untuk merancang racun tersebut agar tidak berbahaya pada manusia," kata Yury Utkin, ketua dalam proyek tersebut.
Namun tidak sembarang racun ular kobra yang bisa digunakan.
Disampaikan para peneliti, mereka hanya memakai racun ular kobra
Thailand, yang penyebarannya ada di kawasan Bihar dan Timur Laut India.
Diketahui, ular kobra Thailand ini memiliki tanda O pada lehernya saat
mengembangkan lehernya. (okezone.com)
Pelantikan Pengurus IDI Sumatera Barat 2025–2028, Perkuat Peran dan Solidaritas Dokter
Sumatera Barat - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Barat periode 2025 - 2028 resmi dilantik dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan r
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala