Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Studi: Tingkatkan Konsumsi Protein Nabati Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Kesehatan,

Studi: Tingkatkan Konsumsi Protein Nabati Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 21 Agu 2025 10:27
RIAU AKTUAL.COM
Saat mencari makanan untuk membentuk otot, protein menjadi nutrisi utama yang dicari. Umumnya, orang lebih mengandalkan protein hewani seperti daging, ikan, atau telur karena dianggap lebih lengkap. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa meningkatkan porsi protein nabati dalam pola makan berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Temuan ini berasal dari studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition. Mengutip Healthline, para peneliti menemukan bahwa konsumsi protein nabati dengan perbandingan lebih tinggi daripada protein hewani telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Penurunan risiko bahkan mencapai 19 persen untuk penyakit kardiovaskular (CVD) dan 27 persen untuk penyakit jantung koroner (CHD). Andrea Glenn, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa rasio protein nabati yang lebih tinggi terbukti lebih efektif dalam mencegah penyakit jantung dan kardiovaskular.

“Rata-rata orang Amerika mengonsumsi protein nabati dan hewani dengan rasio 1:3. Temuan kami menunjukkan bahwa rasio setidaknya 1:2 jauh lebih efektif dalam mencegah penyakit kardiovaskular (CVD). Untuk pencegahan penyakit jantung koroner (CHD), rasio 1:1,3 atau lebih tinggi sebaiknya berasal dari protein nabati,” jelas Glenn, dikutip dari EurekAlert.

Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis data selama 30 tahun dari hampir 203.000 partisipan laki-laki dan perempuan melalui Nurses’ Health Studies I dan II serta Health Professionals’ Follow-up Study. Mereka meneliti data terkait kesehatan jantung, pola makan, dan gaya hidup para partisipan.

Setiap empat tahun, partisipan melaporkan pola makan mereka. Dari laporan tersebut, peneliti memperkirakan asupan protein harian dalam gram, mencakup protein nabati dan hewani. Berdasarkan analisis ini, partisipan dengan rasio konsumsi protein nabati lebih tinggi dibanding protein hewani memiliki risiko terendah terhadap penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

Menurut para peneliti, penurunan risiko ini kemungkinan besar terkait dengan kandungan protein nabati yang umumnya lebih kaya akan lemak sehat, serat, antioksidan, vitamin, dan mineral. Nutrisi tersebut berperan dalam memperbaiki faktor risiko kardiometabolik, termasuk inflamasi, tekanan darah, dan profil lipid.

Dana Hunnes, ahli gizi yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyoroti temuan tersebut dan menyebutkan bahwa protein nabati berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

“Studi ini semakin menjelaskan beberapa manfaat mengonsumsi lebih banyak protein nabati terhadap risiko penyakit jantung dan kesehatan jantung secara keseluruhan,” ujar Hunnes.

Protein nabati mudah ditemukan dalam berbagai makanan. Dilansir website Ayo Sehat milik Kementerian Kesehatan (Kemkes), protein nabati bisa mencakup kacang-kacangan (kacang tolo, kacang tanah, kacang merah, dan kacang hijau) serta produk kedelai seperti tahu dan tempe. Semua makanan ini mudah dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari.

Meski begitu, protein hewani juga tetap baik dan dibutuhkan oleh tubuh. Mengutip website Unit Pelayanan Kesehatan Kemkes, protein hewani menjadi sumber gizi penting bagi ibu hamil untuk mencegah risiko stunting pada anak karena kandungan nutrisinya yang lebih lengkap.

Jadi, kamu tetap bisa mengonsumsi protein hewani secukupnya sambil menjadikan protein nabati sebagai porsi utama dalam menu harian. Selain itu, kamu juga bisa melengkapinya dengan sayur dan buah agar pola makanmu makin sehat dan seimbang.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.