Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Suka Makan Mie Instan? Ini Batasan Aman Menurut Ahli

Kesehatan,

Suka Makan Mie Instan? Ini Batasan Aman Menurut Ahli

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 11 Agu 2025 10:37
RIAU AKTUAL.COM
Mie instan menjadi salah satu makanan favorit yang menggugah selera masyarakat Indonesia. Harganya yang murah, cara memasaknya yang mudah, dan rasanya yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri.

Meski demikian, mengonsumsi makanan olahan cepat saji ini tidak boleh berlebihan. Sebab, kandungan kalori dan konsentrasi olahan yang tinggi karbohidrat, lemak, dan natrium dalam mi instan, berkontribusi dengan peningkatan risiko penyakit metabolik.

Lalu, berapakah batas aman mengonsumsi mie instan dalam seminggu?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, Apt, menjelaskan sebenarnya tak ada aturan pasti terkait berapa kali seseorang boleh makan mi instan dalam seminggu.

"Nggak seperti obat sih, kalau obat kan tiga kali sehari ada dosisnya ya. Kalau mi itu saya kira nggak ada patokan, karena itu bahan makanan yang bisa kita makan sesuai keinginan kita," ujarnya.

Meski demikian, Prof Zullies menyarankan untuk tidak terlalu sering makan mi instan. Ini karena ada kandungan pengawet dan natrium yang tinggi di dalamnya.

Perihal ini, ia mengatakan bahwa tiap orang mesti mengenali kondisi tubuh masing-masing. Apabila seseorang punya riwayat hipertensi contohnya, maka dapat mengurangi bumbu mi instan yang digunakan atau menggantinya dengan bumbu racikan sendiri.

Dilansir Healthline, mi instan rendah serat dan protein walau juga rendah kalori. Di sisi lain, kandungan natrium, lemak, dan karbohidrat dalam mi instan juga cenderung tinggi.

Karena itu, Prof Zullies menyarankan untuk menambah protein dan serat saat memakannya dibanding nasi agar karbohidratnya tidak dominan.

Sementara itu, ahli gizi UM Surabaya Tri Kurniawati, dilansir laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan sebaiknya mi instan tidak dimakan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu. Ia juga menyarankan untuk menambah sayuran dan protein jika hendak mengonsumsinya.

Makan mi instan terlalu sering dapat berpengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia.

"Konsumsi mi instan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu dikaitkan dengan tingginya peningkatan sindrom metabolik pada wanita," kata Tri.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

kesehatan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.