Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Tanda Tak Biasa yang Muncul Akibat Depresi Menurut Dokter Harvard

Kesehatan,

Tanda Tak Biasa yang Muncul Akibat Depresi Menurut Dokter Harvard

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 08 Sep 2025 16:05
Detiknews.com
Banyak orang cenderung berpikir bahwa tanda-tanda depresi terlihat dari kesedihan atau perasaan tertekan yang terus-menerus yang tidak kunjung reda, hari demi hari. Tetapi, ternyata depresi kerap muncul sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda, seperti rasa sakit, nyeri, bahkan hilang ingatan.

Gejala-gejala tidak biasa ini sebenarnya cukup umum. Kondisi tersebut dapat menutupi depresi dan menunda diagnosis yang penting, terutama pada lansia.

"Terkadang sulit mendiagnosis depresi pada lansia, karena mereka tidak datang dan berkata 'saya depresi'," beber kepala geriatri di Cambridge Health Alliance dan asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School, dr Anne Fabiny.

"Mereka lebih mungkin menunjukkan gejala fisik yang tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan, seperti nyeri, masalah ingatan, kurang tidur, atau perubahan nafsu makan," lanjutnya yang dikutip dari Health Harvard.

dr. Fabiny bahkan menuturkan orang yang mengalami depresi cenderung lebih sering jatuh. Hubungan ini mungkin terdengar tidak masuk akal, hingga seseorang menyadari bahwa depresi dapat membuat pengidapnya kurang memperhatikan lingkungan sekitar.

Pada lansia, terutama pria, depresi kerap muncul dengan cara yang tidak biasa.

"Pria lanjut usia lebih mungkin menunjukkan sifat mudah tersinggung atau pemarah sebagai gejala depresi, dibandingkan dengan wanita," terang dr Fabiny.

"Jadi, stereotip pria lanjut usia yang pemarah bisa jadi merupakan tanda pria lanjut usia yang depresi," tambahnya.

Sebuah laporan baru dari Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) menunjukkan depresi lebih umum terjadi pada wanita (10,7 persen wanita dewasa), dibandingkan pria (7,7 persen pria dewasa). Meski depresi cenderung mencapai puncaknya antara usia 45-64 tahun, kondisi ini dapat muncul kapan saja dalam hidup.

dr Fabiny mengatakan ia sering tidak mengucapkan kata 'depresi' saat berbicara dengan pasien lansia. Sebaliknya, ia akan menggunakan istilah seperti 'sedih' atau 'murung'.

Untuk mendiagnosis depresi, ia tidak hanya melihat rasa sedih, tetapi juga mencari tanda-tanda lain, seperti:

  1. Susah tidur
  2. Kurang energi
  3. Kelelahan
  4. Susah berkonsentrasi atau mengingat
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Nyeri dan rasa sakit yang tak kunjung hilang
"Penelitian telah menunjukkan bahwa kombinasi pengobatan dan psikoterapi (terapi berbicara) adalah yang paling efektif," sambungnya.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.