Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Harus Diketahui

Kesehatan,

Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Harus Diketahui

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 04 Sep 2025 09:00
RIAU AKTUAL.COM
Banyak orang mungkin tidak menyadari telah mengkonsumsi gula secara berlebih. Jika dibiarkan, maka bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Untuk itu, mulailah mengenali tanda-tanda kelebihan gula. Hal itu bisa membantu kita agar lebih waspada.

Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula
Ada beberapa tanda tubuh kelebihan gula. Di antaranya lebih ingin konsumsi makanan manis, berjerawat, hingga gigi berlubang. Berikut ini penjelasannya.

1.Mudah Lelah
Makanan yang tinggi gula tambahan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin yang menyebabkan peningkatan energi. Namun, peningkatan energi ini bersifat sementara.

Makanan yang mengandung banyak gula tapi rendah protein, serat, atau lemak bisa menyebabkan peningkatan energi sesaat yang segera diikuti penurunan gula darah secara tajam. Fluktuasi gula darah yang besar bisa menyebabkan fluktuasi besar dalam tingkat energi.

Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat, terutama gula menurunkan kewaspadaan dalam waktu 60 menit setelah mengonsumsnya dan meningkatkan kelelahan dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsiya.

Senada dengan hal tersebut, dikutip dari laman Everyday Health, kelelahan merupakan gejala kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kelelahan dan merasa sangat lelah merupakan gejala kadar gula darah yang tidak terkontrol .

"Singkatnya, ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, gula akan tetap berada dalam darah alih-alih masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi," kata ahli gizi Lori Zanini, RD, CDE.

2.Mengalami Gigi Berlubang
Ada sensasi seperti selaput lendir yang tidak enak setelah makan atau minum sesuatu yang mengandung banyak gula. Dikutip dari laman Nutrisense, molekul gula tersebut bereaksi dengan air liur dan bakteri di mulut yang menyebabkan terbentuknya plak pada gigi.

Plak yang tertinggal di gigi bisa melarutkan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Saat ini, konsumsi gula memang menjadi salah satu penyebab utama masalah gigi seperti kerusakan gigi dan gigi berlubang pda orang dewasa dan anak-anak.

3.Mengalami Masalah Pencernaan
Konsumsi gula yang tinggi bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, kembung, dan gas. Alkohol gula dan sirup jagung fruktosa tinggi adalah gula olahan yang cenderung menyebabkan gangguan pencernaan karena tubuh tidak bisa memprosesnya secara efisien.

Ketika masuk usus, gula ini tidak berubah. Saat mencapai usus besar, bakteri usus akan memfermentasi gula tersebut. Proses ini bisa menyebabkan penumpukan gas yang seringkali disertai kram, kembung, dan nyeri.

4.Sulit Tidur
Makan makanan manis, terutama di malam hari bisa memicu lonjakan energi di waktu seharusnya fokus untuk memperlambat dan mempersiapkan tubuh untuk beristirahat. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019, kualitas tidur yang buruk secara signifikan dikaitkan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi.

5.Tekanan Darah Tinggi
Tak hanya garam, gula juga bisa meningkatkan tekanan darah. Dikutip dari laman Wockhardt Hospitals, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Heart, mengatakan membatasi asupan gula lebih penting daripada mengurangi asupan natrium dalam hal tekanan darah yang sehat.

6.Lebih Ingin Makan Makanan Manis
Saat kebanyakan mengonsumsi gula, seseorang akan lebih ingin makan makanan manis. Hal ini terjadi karena makanan manis bersifat adiktif. Semakin banyak gula yang dimakan semakin tubuh menginginkannya.

7.Muncul Jerawat
Ketika memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, ada baiknya untuk mempertimbangkan berapa banyak gula tambahan yang dikonsumsi. Sebab, asupan gula yang tinggi memicu sekresi androgen yang menyebabkan jerawat.

8.Mudah Tersinggung
Konsumsi gula yang tinggi bisa mempengaruhi kadar gula darah. Fluktuasi kadar gula darah bisa mengakibatkan suasana hati yang cepat, termasuk suasana hati yang buruk dan mudah tersinggung.

9.Nyeri Sendi
Berbagai penelitian mengaitkan konsumsi gula tinggi teratur dengan artritis pada wanita yang kemungkinan karena peradangan. Sehingga, nyeri sendi menjadi salah satu efek dari konsumsi tinggi gula.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.