Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Utang Obat-obatan di RSUD Siak Capai Rp50 Miliar, Bupati Afni Jamin Stok Tetap Terpenuhi

pemerintah

Utang Obat-obatan di RSUD Siak Capai Rp50 Miliar, Bupati Afni Jamin Stok Tetap Terpenuhi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 28 Jul 2025 13:18
cakaplah.com
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli menjamin ketersediaan obat-obatan di RSUD Tengku Rafian Siak tetap terpenuhi meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih tersangkut utang dengan supplier atau pihak ketiga penyedia obat.

Hal itu disampaikan Afni saat menggelar rapat bersama seluruh pegawai di ruang rapat RSUD Tengku Rafian, Senin (28/7/2025). Ia menekankan kepada Dinas Kesehatan (Diskes) agar tetap mengadakan obat-obatan dan jangan sampai masyarakat beli obat sendiri ke apotek luar rumah sakit.

"Utang obat RSUD sudah Rp50 miliar ke supplier, tapi obat harus tetap ada. Kalau suppliernya gak mau biar saya turun tangan, kalau gak mau juga cari supplier lain, kan banyak juga yang lain," ujar Afni dalam rapat.

Soal obat-obatan tak ada toleransi, lanjut Afni, menurutnya pelayanan paling utama di rumah sakit yaitu ketersediaan obat yang komplit untuk kebutuhan pasien.

"Soal obat ini tidak ada tawar menawar, ini pintu pelayanan kepada masyarakat. Bagaimana pun kondisinya saya komitmen ada dua pintu pelayanan yang tidak akan diganggu pendidikan dan kesehatan, yang lain kami pangkas anggarannya. Intinya seperti apapun caranya akan dicari pola anggarannya nanti," katanya.

Selain ketersediaan obat, Afni juga menekankan kepada semua pegawai RSUD Tengku Rafian disiplin dalam bertugas, utamakan kepentingan masyarakat untuk mendapatkan pengobatan secara maksimal.

"Lima menit sebelum apel tadi saya sudah sampai, begitu juga sejak dilantik banyak acara saya tepat waktu. Saya ingin tunjukkan ke masyarakat dan staf disiplin itu kunci," tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tengku Rafian dr Apdani Sophya mengatakan sejauh ini Diskes menganggarkan belanja obat-obatan hanya cukup memenuhi kebutuhan kurun waktu 3 bulan saja.

"Memang yang selama ini kita sediakan adalah obat-obat mahal karena untuk pasien khusus seperti jantung dan sebagainya. Dari dinas Rp2,5 miliar itu untuk 3 bulan, dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga dianggarkan dan cukup untuk kebutuhan 3 bulan saja," katanya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.