Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • 4 Dampak Negatif Hukuman Pukul Pantat bagi Anak-Anak

Keluarga

4 Dampak Negatif Hukuman Pukul Pantat bagi Anak-Anak

Kamis, 02 Mei 2019 14:40
Shutterstock

MENDIDIK anak memang membutuhkan kesabaran, terutama saat dia berbuat nakal. Tidak jarang orangtua mendisiplinkan anak dengan hukuman fisik, seperti memukul pantat anak, namun apakah ini hal yang wajar? Apa dampaknya jika orangtua sering memukul bokong anak?

Memukul pantat anak adalah hukuman fisik yang sepertinya sudah turun-temurun dipraktikkan oleh banyak orangtua untuk mendisiplinkan anak. Lauren M. O'Donnell, PsyD, seorang psikolog anak di Kids Health menuturkan pendapatnya mengenai hal ini.

Menurutnya, mendisiplinkan anak dengan memukul bokong anak bukanlah tindakan yang efektif. Studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatric (APA) pun menunjukkan hal yang sama.

Alih-alih membuat anak merasa jera dengan kenakalannya, memberi hukuman fisik, seperti pukulan, malah akan berdampak negatif pada kehidupan anak. Tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga kondisi kejiwaan anak ketika dia bertambah dewasa.

Bukan hanya itu, semakin sering orangtua melakukan pemukulan, tingkat hukuman akan semakin bertambah parah. Akibatnya, tindakan ini bisa berujung pada kasus kekerasan pada anak.

Sebagian besar orangtua mungkin setuju bahwa memberi pukulan bukanlah tindakan yang tepat untuk mendisiplinkan anak, namun ada pula yang masih menerapkan cara ini dengan harapan anak menjadi lebih baik.

Padahal, memukul pantat anak bukanlah tindakan yang efektif untuk mendisiplinkan anak ketika berbuat salah. Pasalnya, ada banyak dampak negatif yang mungkin terjadi pada anak jika ia sering dipukul bokongnya, seperti:

1. Mengajarkan anak untuk berperilaku demikian

Ingat pepatah, "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"? Ya, pepatah ini bisa menggambarkan bagaimana efek pengasuhan orangtua akan berdampak pada kehidupan anak kelak.

Bila orangtua sering memberi hukuman fisik, seperti menampar atau memukul anak, kelak sang anak juga akan berlaku demikian di masa depan.

2. Anak menjadi lebih agresif

Anak-anak yang sering mendapatkan hukuman dengan dipukul pantatnya, cenderung mengembangkan sikap yang agresif.

Misalnya, ketika merasa marah, sedih, merasa kesal, dan tidak puas, ia bisa saja memukul teman atau orang lain yang berada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya.

Selain menjadi lebih agresif, anak-anak yang dibesarkan dengan penerapan hukuman fisik lebih rentan mengalami masalah kejiwaan di kemudian hari.

Lifestyle
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.