Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • 7 Mitos dan Fakta soal Kulit, Pernah Salah Kaprah?

Cantik

7 Mitos dan Fakta soal Kulit, Pernah Salah Kaprah?

Jumat, 08 Mar 2019 11:50
Shutterstock

TIDAK sedikit orang yang memberikan perhatian ekstra terhadap kulitnya. Sebab, kulit adalah bagian tubuh yang terlihat dari luar. Beberapa memilih melakukan perawatan dengan produk tertentu atau pergi ke dokter spesialis untuk membuat kulitnya tetap terlihat cerah, elastis, dan kenyal.

Di sisi lain, tidak jarang mereka yang memerhatikan kondisi kulit termakan oleh pemahaman yang salah. Melansir Independent, Jumat (8/3/2019), inilah mitos dan fakta tentang kulit:

1. Kulit terus beregenerasi: fakta

Kulit merupakan penghalang dinamis antara internal tubuh dengan lingkungan luar. Sel-sel di epidermis (lapisan luar kulit) yaitu keratinosit terus-menerus membelah untuk menghasilkan pasokan sel. Selain itu, kulit merupakan sumber sel punca yang memiliki kapasitas untuk membelah dan memperbarui diri.

2. Minum dua liter air sehari dapat membuat kulit sehat: mitos

Jumlah air yang diminum tidak secara langsung memengaruhi kulit. Air memang dibutuhkan untuk menjaga hidrasi kulit. Bila jumlah konsumsi air kurang dan terjadi dehidrasi, maka kulit akan tampak kusam dan kurang elastis. Namun tidak ada volume air tetap untuk membuat kulit sehat. Satu hal yang penting adalah memastikan tubuh tidak dehidrasi.

3. Stres dapat membuat kulit menjadi tidak sehat: fakta

Ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres, termasuk menyangkut kulit. Dalam penelitian dikatakan stres dapat memperparah beberapa kondisi kulit. Contohnya jika seseorang terserang penyakit autoimun alopecia areata, maka gejala psoriasis, eksim, dan radang kulit merah semakin parah ketika stres menyerang.

4. Makan cokelat dapat menyebabkan jerawat: mitos

Acne vulgaris yaitu jerawat yang umum dapat terjadi hingga usia 30-an dan 40-an. Jerawat terjadi karena interaksi efek hormonal pada kelenjar lemak di kulit dan respons kekebalan kulit terhadap pori-pori serta mikroba yang hidup. Konsumsi makanan tinggi lemak seperti cokelat memang tidak sehat tidak langsung menyebabkan jerawat.

5. Sabun cuci bubuk menyebabkan eksim: mitos
Lifestyle
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.