FAMILY
Bos Galak Bisa Bikin Karyawan Sakit
Kamis, 21 Jan 2016 15:15
Pekerjaan kantor dapat membuat karyawan cepat sakit. Sebab, penelitian di Harvard Business School dan Stanford University menemukan perlakuan bos yang buruk terhadap karyawan dapat menyerang kesahatan fisik. Fenomena ini sama halnya seperti seseorang yang merokok setiap hari.
Penelitain tersebut menemukan 200 karyawan stres akibat pekerjaan. Mereka sakit karena memikirkan takut dipecat dan tidak naik gaji. Travis Bradberry, co-founder situs perekrut pekerja, TalentSmart berpendapat bos sering kali membuat karyawannya tertekan dan hidup dalam ketakutan.
"Masalahnya adalah semakin lama seseorang bekerja dengan atasan yang kasar, semakin sulit mereka berpikir tenang, menjaga kesehatan tubuh, dan mengurus keluarga," tulis Bradberry.
Itulah sebabnya, mengapa penting mengetahui bagaimana mengenali tanda-tanda bos yang buruk sejak awal, sebelum energi Anda tersedot terlalu banyak dan sulit meninggalkan pekerjaan. Demikian dilansir Familyshare, Kamis (21/1/2016).
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie